Minggu, 19 Juli 2026

Sapa Warga, Hartoyo Dewan Jatim Kembali Paparkan Wawasan Kebangsaan

Photo Author
Elya Yudi, Nawacita Post
- Minggu, 19 Juni 2022 | 22:39 WIB
(Ki-Ka) Airlangga Justitia, Narasumber ; Hartoyo, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur ; Retno Suciati, Narasumber ; Moderator
(Ki-Ka) Airlangga Justitia, Narasumber ; Hartoyo, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur ; Retno Suciati, Narasumber ; Moderator

Surabaya NAWACITAPOST - Selain menjalankan tiga tugas dan fungsinya, Hartoyo sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi Jawa Timur, juga bertanggung jawab memberikan wawasan kebangsaan kepada masyarakat.

Bertempat di BJ Juction Mall lt. 2 Surabaya, selain Hartoyo anggota komisi E yang membidangi Kesra (Kesejahteraan Rakyat), hadir pula sebagai Narasumber Airlangga Justitia dan Retno Sariati sebagai narsum ketatanegaraan.

Dihadapan ratusan warga yang sebagian besarnya adalah ibu-ibu, Hartoyo memaparkan bahwa wawasan kebangsaan adalah salah satu pengetahuan penting bagi warga negara Indonesia.

"Melalui wawasan ini, warga negara akan memiliki rasa bela negara dan cinta tanah air. Wawasan kebangsaan adalah bagian dari pemahaman berwarga negara, " Terang Politisi Partai Demokrat ini, Minggu 19 Juni 2022.

Konsep wawasan kebangsaan adalah komponen sangat mendasar bagi bangsa Indonesia. Wawasan kebangsaan juga merupakan konsep yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lain di dunia ini.

" Tujuan utama wawasan kebangsaan adalah membangun dan mengembangkan rasa persatuan dan kesatuan, " Tambahnya.

-
Hartoyo, Anggota Komisi E DPRD Jatim dari Fraksi Demokrat

Hartoyo juga menjelaskan, program sosialisasi ini diadakan 2 kali dalam sebulan dan tidak dimiliki oleh anggota DPRD kota/kabupaten.

Program ini tidak hanya membahas tentang 4 pilar kebangsaan, yaitu Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, Undang–undang Dasar (UUD) 1945 sebagai Konstitusi Negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai Bentuk Negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara Kesatuan Republik Indonesia, tapi juga bisa diselipkan pengetahuan tentang apa yang tengah menjadi ancaman bangsa ini, khususnya yang terjadi di Jawa Timur. Seperti permasalahan Stunting, penyakit Hepatitis, pengurusan sertifikat atau yang lain, tentunya dengan tetap menghadirkan narasumber yang berkompeten dibidangnya.

Selaku narasumber, Airlangga Justitia memaparkan materi terkait Pancasila sebagai dasar dan Ideologi bangsa Indonesia.

" Pancasila sudah final menjadi ideologi bangsa Indonesia, karena itu tidak boleh ada lagi pemaksaan untuk mengganti dengan ideologi yang lain, " Tegasnya.

" Lima Sila dalam Pancasila, sudah mengatur seluruh kehidupan bangsa, terutama terkait toleransi ditengah keberagaman bangsa ini, " Tambah Angga sapaan Airlangga Justitia seraya melanjutkan penjelasan tentang ke-5 sila.

Sebagai narasumber yang kedua, Retno Suciati mengaku senang apabila menjadi pembicara terkait toleransi, khususnya masalah perbedaan agama. Hal ini diungkapkan atas pengalaman di keluarganya yang bisa dibilang sebagai Indonesia kecil dengan bermacam-macam pemeluk agama didalamnya.

Terkait toleransi, menurut Retno, seorang ibu mempunyai peran sangat penting sebagai garda awal dalam penanaman norma-norma Pancasila pada generasi mendatang, karena sang ibulah yang sehari-hari bersama dan berkomunikasi dengan anak sebagai generasi penerus bangsa kedepan.

Terlepas dari itu, menurut Retno, tugas pemerintah dalam memberikan pendidikan kebangsaan sangatlah penting.

"Bicara Pancasila di era sekarang, sudah bukan jamannya bicara masalah peperangan antar negara, tapi ada perang di masa depan yang harus kita persiapkan. Seperti, bagaimana menangkal Radikalisme, intoleransi, serta kabar-kabar Hoax," terang wanita muda yang berprofesi sebagai pengacara ini.

"Bicara Pancasila juga tidak hanya bicara 'Saya Cinta Pancasila', tapi bagaimana kita mengamalkannya dalam kehidupan bermasyarakat," tambah Retno.

Disini, Negara juga berkewajiban membuka sekat-sekat antara mayoritas dan minoritas. Bukan hanya itu, namun juga dibutuhkan peran aktif masyarakat untuk ikut memikirkan kondisi bangsa.

"Lepas dari sini, saya berharap para ibu dapat berperan aktif dalam memberikan wawasan kebangsaan kepada putra-putrinya di rumah," Harap Retno.

"Jadilah orang tua yang peka terhadap perkembangan anak anak kita, tanamkan rasa cinta persatuan dan kesatuan, agar kedepan tidak ada perpecahan bangsa akibat ketidaktahuan tentang wawasan kebangsaan," pungkasnya. (BNW)

Editor: Elya Yudi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini