Jakarta, NAWACITAPOST- Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus menilai, banyaknya caleg milenial belum berbanding lurus dengan pilihan milenial.
"Pada Pemilu 2019 kaum milenial ini hanya menjadi jargon yang tidak jelas lagi. Bukan tidak mungkin bisa berlanjut di Pemilu 2024 mendatang," kata Lucius dalam Talk show Pemilu dengan Tema'Peluang Caleg Milenial di 2024" bekerjasama NAWACITA TV dan FORMAPPI, Senin (29/11/2021).
Lucius mengungkapkan, kemenangan kaum milenial pada Pemilu 2019, masih jauh dari harapan.
BACA JUGA : https://nawacitapost.com/nasional/2021/11/29/mengintip-peluang-caleg-milenial-di-pemilu-2024/
Sebab, banyak partai yang masih enggan mempercayakan kaum milenial untuk menjadi pengurus inti.
"Buat kita milenial bagi parpol hanya sebagai komoditas, akomodasi caleg milenial cuma tuntutan publik. Tapi apa ini menjual? Ternyata tidak," jelasnya.