Baca Juga : Netizen Malah Tertawakan Nasehat SBY ke Jokowi
SBY dengan pernyataan yang gemar memberi nasehat sekaligus mengkritik diruang terbuka melalui media TV kepada Presiden Jokowi. AHY pun sama, yang meminta istana tak ikut campur dalam urusan kisruh partai Demokrat.
Baca Juga : Rudi S Kamri : Ini Cirinya SBY Bukan Guru Bangsa
Kini gilaran mahkota level dua, yaitu Ibas. Begitu Rudi S Kamri menyebutnya dalam chanel Youtube di Kanal Anak Bangsa, Rabu (7/7/2021).
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Edhie Baskoro Yudhoyono biasa disapa Ibas khawatir Indonesia disebut negara atau bangsa gagal akibat tak mampu menyelamatkan rakyat dari pandemi Covid-19. Hal tersebut disampaikan Ibas merespons melonjaknya kasus Covid-19 dan angka kematian yang relatif tinggi.
"Begini ya, Covid-19 makin mengganas. Keluarga kita, sahabat kita dan orang-orang di lingkungan kita banyak yang terpapar bahkan meninggal dunia. Sampai kapan bangsa kita akan terus begini? Jangan sampai negara kita disebut sebagai failed nation atau bangsa gagal akibat tidak mampu menyelamatkan rakyatnya," kata Ibas dalam keterangannya, Rabu (7/7/2021).
Tak puas dengan Ibas, melanjutkan kenapa menyebut kenapa tabung oksigen di ekspor. "Bagaimana mungkin tabung oksigen disumbangkan ke negara lain, tapi saat rakyat sendiri membutuhkan, barangnya susah didapat,” ucapnya.
Ibas mungkin lupa dan netizen yang perlu mengingatkan kepadanya. Bahwa era SBY lah semuanya menjadi rusak. Mulai terjadinya ekspor tabung oksigen ke negara lain.
Bahkan, netizen sampai menyebut, jika SBY yang jadi Presiden di situasi pandemi Covid ini. Indonesia bukan hanya mengalami failed nation. Melainkan keparahan yang amat sangat bisa terjadi. Dan, bukan perbaikan yang terjadi. Malah menteri yang satu saling menyalahkan kepada menteri lainnya
Maka, kata netizen. Di era Jokowi tak ada yang saling menyalahkan. Semua menteri Jokowi bersatu mengatasi pandemi Covid 19.
Yang gagal itu bukan Jokowi, jelas Rudi dan diaminkan netizen. Justru berhasil. Buktinya anak dan menantunya jadi Walikota. Walaupun Jokowi bukan ketua umum partai. Sementara AHY setelah pensiun dari tentara dengan pangkat Mayor dan gagal jadi Gubernur Jakarta hanya bisa jadi Ketua Umum Partai Demokrat dengan kongres yang tak demokratis, dan Ibas cukup jadi ketua Fraksi dari partai ayahnya. Gimana nasib Ibas, kalau Demokrat bukan dipegang SBY dan AHY.
Sedangkan SBY setelah lengser jadi Presiden, Ketua Umum partai. Anak sulungnya, AHY ikut Pilkada Jakarta 2017. Hasilnya kalah. SBY menyuruh AHY ketemu Jokowi dan Megawati. Hasilnya tetap sama, tidak jadi menteri.
Yang jelas tuduhan tak mendasar Ibas. Tak dilarang atau diredam atau oleh SBY. Sengaja dibiarkan. Sehingga pantasan saja pengkaderan Demokrat era AHY dan SBY. Baperan dan merasa benar sendiri.