Jakarta, NAWACITAPOST - Hasil survei yang dirilis Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC) Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menempati urutan ketiga sebagai Ketum partai politik (parpol) yang dipilih menjadi kandidat calon Presiden (Capres) di 2024 dipertanyakan.
Pasalnya hingga kini konflik internal di tubuh Partai Demokrat masih belum surut.Baik laporan dan gugatan dari Demokrat kubu Meoldoko saat ini masih berlangsung hangat.
Sementara itu, akibat konflik internal partai Demokrat, membuat sejumlah kader Demokrat terpecah- belah, karena sikap arogansi kepemimpinan AHY dalam memimpin Partai Demokrat. Bukan hanya Demokrat kubu Moeldoko saja yang menggugat AHY. Terdapat mantan Ketua DPC Halmahera Utara, Maluku Utara, Yulius, yang ikut menggugat AHY karena telah dipecat sebagai kader Demokrat dan Ketua DPC Halmahera Utara, Malut.
Melihat hal tersebut membuat publik mempertanyakan hasil survei yang menyebutkan AHY masuk dalam tiga besar sebagai pemimpin parpol dan Capres 2024 mendatang.
Bahkan, beberapa waktu lalu, pengamat politik Wemphy Hadir mengatakan, bahwa alasan mendekati para tokoh politik senior dan kaum milenial sebagai dongkrak popularitas AHY.
Namun, jika AHY hanya modal personal sebagai representasi kaum milenial tanpa ada program yang konkret untuk kaum milenial, maka tentu tidak akan bermanfaat apa-apa bagi AHY.
Dia menegaskan, perjuangan AHY tentu tidak mudah di antara nama-nama besar yang mempunyai kapasitas dan rekam jejak yang mentereng seperti Pak Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan Prabowo Subianto. Belum lagi nama-nama lain yang masih menunggu momentum untuk melakukan gerakan politik.
Selain itu, kata Juru bicara garden 98, Gepeng Mirdjaja menilai AHY belum layak menjadi sebagai pemimpin.
"Ini indikasi SBY tidak percaya dengan AHY, SBY seolah menjawab kegelisahan di basis-basis Partai Demokrat, yang mempertanyakan AHY belum matang memimpin secara politik.
Gepeng menyebutkan safari poltik yang dijalani AHY beberapa waktu lalu kemungkinan belum membawa perubahan banyak di basis-basis partai berlambang perubahan banyak di basis-basis partai Demokrat itu. Sehingga AHY menarik Anies untuk menutupi kekurangan kepemimpinan AHY.
Minimnya pengalaman AHY berpotensi membuat suara partai Demokrat semakin anjlok dan hilang dari peredaran.
Dinasti Cikeas Semakin Partai Demokrat Terpuruk
Gerakan dinasti Cikeas ini juga membuat banyak kader Demokrat merasa terkunci dengan hadirnya AHY dalam memimpin Partai Demokrat. sebab banyak kader Demokrat yang tidak bebas dalam menyampaikan pendapat politiknya dan membuat Partai Demokrat dijuluki Partai Keluarga.
Tak hanya itu, Juru Bicara Partai Demokrat KLB Deli Serdang, Muhammad Rahmad menyebutkan bahwa AHY dan SBY yang telah membawa Partai Demokrat keterpurukan. Pasalnya Demokrat yang awalnya merakyat, demokratis dan milik rakyat, kini berubah menjadi partai tirani keluarga, otoriter, sewenang-wenang Partai demokrat pemilu 2019 adalah titik terendah bagi Partai Demokrat.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, tahun 2019 lalu, Partai Demokrat tidak memperoleh kursi terbanyak di DPR RI. Maka menurut dia, Partai Demokrat semakin terpuruk
Editor: Agus Irawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Rabu, 3 Juni 2026 | 11:32 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 13:41 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 11:42 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 23:44 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 00:07 WIB
Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB
Kamis, 21 Mei 2026 | 18:48 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 16:07 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 09:31 WIB
Senin, 18 Mei 2026 | 14:41 WIB
Minggu, 17 Mei 2026 | 15:44 WIB
Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:45 WIB
Jumat, 15 Mei 2026 | 20:30 WIB
Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB
Sabtu, 9 Mei 2026 | 13:36 WIB
Minggu, 3 Mei 2026 | 17:55 WIB
Selasa, 21 April 2026 | 21:19 WIB
Minggu, 19 April 2026 | 21:56 WIB
Jumat, 3 April 2026 | 23:29 WIB
Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:23 WIB