Kamis, 4 Juni 2026

Kubu Moeldoko Minta Demokrat AHY Jangan Bikin Malu SBY Soal Palestina

Photo Author
Agus Irawan, Nawacita Post
- Senin, 17 Mei 2021 | 11:17 WIB
Jakarta,NAWACITAPOST- Juru Bicara Partai Demokrat kubu Moeldoko Muhammad Rahmad meminta Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menekan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) melalui konflik Israel- Palestina, yang membandingkan rekam jejak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presdien Jokowi dalam mengatasi krisis di Palestina sangat keliru dan membuat permalukan SBY.

"AHY bersama anggota DPR RI Fraksi Demokrat, Anton Sukartono, dan Deputi Bakomstra DPP PD, Ricky Kurniawan ikut mengomentari soal konflik Palestina-Israel , dalam keteranganya Ricky membanndingkan rekam jejak SBY lebihbbaik dari Presiden Jokowi dalam mengatasin konflik Palestina-Israel," ujarnya,Senin (17/5/2021).

Rahmad menilai, kubu AHY tidak mengikuti perkembangan hubungan diplomasi Indonesia dengan Palestina dan dunia internasional. Indonesia jelas secara keras telah bicara ke OKI dan Dewan Keamanan PBB sebelum Demokrat Kubu AHY bicara soal tentang Palestina.

"Jelas pada kamis (23/5/2821) lalu, Indonesia telah bicara di"Open Debate" Dewan Keamanan PBB terkait Palestina Timur Tengah. Indonesia telah menyampaikan rencana Israel untuk aneksasi wilayah Tepi Barat Palestina tidak hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga mengancam proses perdamaian Israel-Palestina dan juga stabilitas di kawasan. Indonesia sudah mendesat Dewan Keamanan PBB untuk segera berhentikan tindakan Israel tersebut," jelasnya.

Rahmad menjelaskan bahwa sebelumnya, Presiden Jokowi telah mengambil sikap tegas di sesi debat umum Sidang Majelis Umum ke- 75 PBB beberapa waktu lalu, yang mendukung Palestina untuk mendapatkan hak-hak nya.

 

Menurut dia, sikap, dan perhatian khusus Indonesia dalam penyelesaian konflik Israel -Palsetina itu ditunjukkan saat Indonesia menjadi Presiden Dewan Keamanan PBB dan Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB Tahun 2019-2020 lalu.

 

Bahkan, kata dia Menlu Retno Marsudi, dalam kapasitas Presiden Dewan Keamanan PBB pada bulan Mei 2019. Menyampaikan ada tiga hal penting yang harus dierhatikan Dewan Keamanan PBB terkait Palestina. Pertama, pentingnya untuk memberikan perlindungan bagi penduduk sipil Palestina, kedua. Perlunya segera ambil langkah konkret untuk mengatasi situasi kemanusiaan di Palestina , ketiga proses perdamaian harus segera diambil.

"Jadi perlu segera dibentuk proses perdamaian yang kredibel, yang memastikan kesetaraan semua pihak dalam perundingan," ucap Rahmad.

Editor: Agus Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB