Baca Juga : Lindungi Koruptor Donatur HTI dan FPI? Novel Baswedan Ngotot Tetap di KPK
MELAWAN pemerintahan Soeharto, dan menolak pancasila. Tak bertanggung jawab diperlihatkan Hehamahua, yaitu melarikan diri ke Malaysia. Ketika Soeharto Jatuh (turun takhta), ikut berseru seakan menjadi bagian reformasi. Jelas-jelas dia datang ke Indonesia ketika Soeharto telah dijatuhkan Demonstrasi Mahasiswa.
Baca Juga : Novel Baswedan Cs Tidak di KPK Lagi, Anas, Nazaruddin, Antasari Azhar Bongkar Dosa Cikeas?
KESEMPATAN menjadi bagian utama dalam pergerakan selalu direbutnya dengan berbagai cara tak pantas. Menjadi penasehat KPK juga, karena cara-cara tak patut.
Selain bantuan senyap dari SBY (kala itu Menkopolhukam era Megawati) ngebet Capres, dan Hehamahua melakukan bargaining untuk dirinya masuk sebagai penasehat KPK, hingga tahun 2013, bertepatan dengan menjelang berakhirnya pemerintahan SBY.
Boleh dibilang SBY menempatkan orang-orang di KPK, bukan hanya Komisioner dan wadah pegawai KPK, melainkan Hehamahua.
Tepatnya Hehamahua selalu dekat dengan kaum radikalis. eks HTI, eks FPI yang selalu berpaham intoleren dan melekat juga dalam dirinya. Pembelaan kepada laskar eks FPI yang meninggal karena melawan petugas Kepolisian. Hehamahua malah menyatakan, eks FPI itu korban pembunuhan alias tidak melawan petugas.
Menjadi Ketua Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) membuat Hehamahua dianggap bisa menyelesaikan persoalan. Nyatanya tak berhasil. Yang ada pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Negara pada 9 Maret 2021, dianggapnya sebagai pertemuan Nabi Musa (Hehamahua) bertemu Fir'aun (Jokowi).
Pernyataan Hehamahua bukan menentramkan kesejukan demokrasi kebangsaan. Malah menimbulkan kontroversi dan kegaduhan tak perlu. Akibatnya berbagai kalangan pro demokrasi dan toleransi seperti Ferdinand Hutahean, Ade Armando, Sudjiwo Tedjo PBNU hingga MUI Hehamahua beramai-ramai menghujatnya. Akibat hujatan tersebut, Hehamahua mengklarifikasi pernyataan tersebut, dengan berdalih bahwa pernyataan itu hanya analogi.
Hal lainnya yang urgen, bahwa Hehamahua ini tak tahu berterima kasih kepada negara, karena mendapat gaji dari APBN, dan menjabat di KPK, tapi kelakuannya selalu melawan pemerintah (kecuali era SBY).
Yang jelas sahabat karibnya sudah meninggalkan dirinya. Contohnya, Rizieq Shihab dan Munarman dipenajara, Tengju Zulkarnain meninggal, dan Novel Baswedan tidak di KPK lagi. Bahkan kabarnya Amien Rais sohib kentalnya tak mau lagi bertemu dengan Hehamahua. Minta tolong ke Cikeas, lah Cikeas juga lagi dirundung dan diterpa kisruh Demokrat.
Yang bisa dilakukan, Hehamahua hanya mengunjungi Rizieq dan Munarman di Penjara. Itupun kalau diterima oleh keduanya.