Minggu, 19 Juli 2026

Pegawai KPK Terpapar Radikalisme Tidak Lulus, Masyarakat Bersyukur

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Sabtu, 8 Mei 2021 | 15:18 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Bersemayam dengan menyebut kriminalisasi. Begitulah Novel Baswedan bersuara kepada media dan kelompoknya. Kali ini kriminalisasi berformat drama ketidak lulusan tes wawasan kebangsaan menjadi alasannya.  Menurut Novel, tes itu bagian dari upaya penyingkiran dirinya di KPK. Begitulah rangkuman yang didapat dari penggiat media sosial Ade Armando dalam chanel Youtube Cokro TV, Sabtu (8/5/2021)

Baca Juga : Denny Siregar : ASN Selain di KPK Terpapar Radikalisme, Pecat Saja 



KEKESALAN bernada umpatan Novel bertambah dengan narasi yang digelorakan tak jelas bhwa terjadi penyingkiran pegawai KPK berintegritas, sudah dirancang dan direncanakan sejak lama. Bisa dikatakan, Novel selalu menggunakan serangan kepada dirinya (walaupun itu tidak pernah ada) dengan selalu berkata kriminalisasi.

Soal tes wawasan kebangsaan, boleh disebut sebagai syarat menjadi alih status ASN. Penguji tesnya, melibatkan lintas bidang dan departemen di pemerintahan;  BNPT, TNI AD, Badan Kepegawaian Negara dan Bidang Kompeten yang dianggap penting. Jadi agak sulit untuk mengarah kepada penyingkiran terhadap pegawai tertentu di KPK.

Tes tertulis dan lisan pun diajukan. Itu sebagai upaya mengetahui bahwa integritas seseorang terutama pegawai KPK yang dibiayai negara loyal pada Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Perlu dicatat Novel Baswedan bekerja di KPK Selama 14 tahun dan jelas mendapat gaji dari APBN. Sebab, mungkin bagi Novel di KPK selain namanya melambung tinggi juga mendapat pendapatan biaya besar di luar gaji. Bisa saja (dugaan) orderan dari para bandar yang merasa terganggung oleh para pejabat akan kebijakan yang menghambat para bandar atau karena bandar kalah oleh kebijakan dari sang pejabat, maka Novel bisa dijadikan wayang dalam bergerak dan menangkap koruptor pejabat.

Yang jelas dan bisa dikatakan, bersih-bersih KPK dari orang-orang yang berpaham radikalisme mulai dilakukan salah satunya melalui tes wawasan kebangsaan. Pegawai KPK yang tidak lulus tes, masyarakat merasa bersyukur.

 

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini