Jumat, 5 Juni 2026

Kisruh Demokrat, Kubu Moeldoko : AHY Cs Dibayangi Rasa Kepanikan dan Ketakutan

Photo Author
Agus Irawan, Nawacita Post
- Sabtu, 8 Mei 2021 | 11:17 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST- Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika DPP Partai Demokrat kubu Moeldoko, Saiful Huda Ems mengatakan, ramainya pemberintaan seputar gugurnya gugatan kubu Moeldoko karena tidak hadir dalam sidang Partai Demokrat membuat loyalitas kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) semakin besar kepala dan menyerang kubu Moeldoko secara membabi buta dengan berbagai ejekan-ejekan yang tidak mencerminkan jati diri mereka sebagai kaum terdidik.

“ Ya Wasekjen DPP PD kubu AHY, Irwan contohnya telah menyampaikan dengan gugurnya gugatan pihak Moeldoko itu, dapat dibaca bahwa Moeldoko dkk tidak memiliki kesiapan, baik secara subtansi maupun alat bukti untuk menggugat AD/ART 202

Saiful mengatakan, pernyataan Irwan sebagai bagian dari kubu AHY itu baginya menunjukkan bahwa AHY masihlah belum dapat benar-benar memahami hakikat perang hukum dan politik itu sendiri. Ternyata mereka terjebak dengan asumsi-asumsi sendiri yang salah kaprah tidak memahami masalah.

Menurut dia, kubu AHY seperti sedang berperang menghadapi bayangan ketakutan dan kepanikannnya sendiri sehingga mereka selalu salah dalam menilai.

Baca Juga: https://nawacitapost.com/nasional/2021/05/04/bandingkan-demokrasi-era-jokowi-dan-sby-kubu-moeldoko-kualitas-intelektual-ahy-rendah

“Mereka lupa bahwa yang dihadapi AHY dan SBY kali ini bukanlah Ketum Partai selevel AHY itu sendiri yang hanya seorang pelarian Mayor, anak Pepo yang ibarat pisang masih hijau tetapi dipaksa matang dengan dikarbit terlebih dahulu, melainkan Dr Moeldoko seorang mantan Jenderal bintang empat yang sangat kenyang dengan pahit, getir dan manisnya hidup,’ tegasnya.

Dia mengaku bahwa Moeldoko sudah terbiasa diterima menghadapi dan menyelsaikan berbagai persoalan pelik dari kecil hingga dewasa dari prajurit TNI di tingkatkan paling dasar ke puncak tertinggi sebagai Panglima TNI, dari anak sekolah dasar hingga menjadi doctor,” ujarnya.

Saiful menjelaskan, Moeldoko dan jajaran pengurus Demokrat hasil KLB pasti akan memberikan pelajaran paling penting dan berharga untuk SBY terlebih untuk anaknya , yakni AHY dengan berbagai strategi perang poltik dan hukumanya yang akan mencengangkan banyak orang. Pasalnya strategi perang politik dan hukum Moeldoko ini tidak gampang dibaca oleh lawan-lawan politiknya, bahkan oleh temannya sendiri kecualia mereka yang sudah sangat dekat dan sudah mendapatkan pencerahan darinya.

“Termasuk gugurnya gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ini, banyak yang tidak tahu kalau itu barulah sebuah pancingan,” ujarnya.

 

 

Editor: Agus Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB