Kamis, 4 Juni 2026

Rizieq Shihab Paksa Sidang Tatap Muka, Agar Pengikutnya Bikin Rusuh

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Selasa, 23 Maret 2021 | 15:42 WIB
Jakarta, NAWACITAPOSTSidang pengadilan  terhadap Rizieq Shihab - kelompok FPI memasuki kali kedua. Jika kali pertama sidangnya diwarnai tindakan tak terpuji yaitu melecehkan pengadilan.

Baca Juga : Habib Rizieq Shihab Diperiksa Polisi Hari Ini, Polisi Himbau Tak Bawa Pengikut



TERNYATA kemarahannya bukan hanya dilakukan Rizieq, pengacaranya pun melakukan hal sama. Seakan itu menjadi kekuatan yang bisa mengalahkan para jaksa dan hakim.

Setelah ditelusuri lebih jauh. Kemarahan yang dilontarkan Rizieq minta sidangnya dilakukan secara ofline alias di hadirkan di ruang pengadilan. Padahal Mahkamah Agung (MA) sudah mengeluarkan aturan untuk sidang dalam situasi pandemi Covid -19 ini bisa dilakukan secara online, tanpa perlu tersangka atau terdakwa hadir di ruang pangadilan.

Baca Juga : Siapapun Yang Menghalangi Penegakan Hukum Ke Rizieq Shihab Dapat Dipidana 15 Tahun



Disinilah akal licik dan bulusnya Rizieq muncul. Magnet pengikutnya untuk bisa melihat Rizieq hanya bisa dilakukan di pengadilan. Terbukti dengan membludaknya pendukung dan pengikut Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim). Bahkan Neno Warisman yang ada dibarisan pendukung Rizieq ngotot hadir di ruang PN Jaktim, tapi ia tak bisa masuk karena tempat sudah penuh.

Bisa diduga juga, bila sidangnya di gelar secara ofline atau tatap muka, maka kelompok kepentingan yang berseberangan dengan pemerintah bisa memanfaatkan situasi sidang sebagai senjata melakukan berbagai tuntutan dengan format unjuk rasa. Cap melekat pada pendukung Rizieq selalu rusuh bila unjuk rasa.

situasi ini dimanfaatkan oleh kelompok kepentingan dengan memberikan logistik (dana) kepada pengunjuk rasa. Baginya konstituen bisa mengalahkan konstitusi atau  jumlah massa yang banyak mengalahkan UU atau hukum.

Terkait kepentingan kelompok yang memanfaatkan, seandainya sidang Rizieg digelar ofline.  Petanya bisa dijelaskan. Kubu Demokrat non KLB memanfaatkan situasi ini. Belum lagi JK yang pernah menyatakan bahwa Rizieq adalah pemimpin alternatif, juga bisa senada dengan kelompok non KLB. Apalagi kabar beredar, kepulangan Rizieq Shihab konon katanya dibiayai JK.

Sepertinya, kelompok kepentingan mengharapkan sidang Rizieq sebagai pelampiasan kemarahan tak mendasar. Pasalnya tak ada cara lain lagi dari kelompok kepentingan melawan pemerintah yang menurut lembaga survei tingkat kepuasannya di di atas 65 persen.

Jadi, hanya dengan sidang helatan tatap muka Rizieq berharap situasi berpihak padanya. Namun, pengadilan tetap berpegang pada aturan dari MA yang menegaskan bahwa sidang Rizieq dalam situasi pandemi dilaksanakan secara online atau virtual.

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB