Baca Juga : Brutalitas Demokrasi Demokrat Terjadi Pada Era SBY
BERBAGAI cara dilakukan demokrat trah Cikeas, Minggu malam, 14 Maret 2021, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertandang ke kediaman pribadi Jusuf Kalla (JK). Pertemuan itu berlangsung satu jam, berbagai isu dibicarakan termasuk kisruh atau gangguan dari KLB yang menimpa dirinya. Agus menyebut pesan Kalla agar bersabar.
AHY dan JK bertemu bisa disebut pertemuan dua mantan pejabat. JK Wapres (2014 -2019) dan AHY di TNI hanya 16 tahun bertugas (2000 – 2016) dengan pangkat terakhir Mayor.
Terkait Jk, setelah tidak jadi Wapres, gencar bergerilya. Menjadi pembicara utama di PKS, lalu menyebut Habib Rizieq Shihab sebagai pemimpin alternatif yang kharismatik.
Boleh disebut juga, JK yang pernah menjadi Ketua Umum Partai Golkar, di era Airlangga tak pernah dilibatkan dalam kebijakan strategis partai. Hanya tampil dalam acara seremonial Golkar saja.
Sementara AHY, pergerakan gerilyanya hanya menemui mantan pejabat JK. Sebelumnya AHY juga bertemu senator Jimly Asshiddiqie. Bisa jadi AHY akan temui pihak Cendana dalam hal ini pangeran Cendana, Tommy Soeharto yang partainya bernama Berkarya versi Cendana (Orde baru) sudah game over. Padahal sebelum Jimly, JK bersuara membela demokrat kubu AHY.
Mantan panglima TNI, Gatot Nurmantyo melakukan pembelaan ke kubu AHY juga, dengan mengatakan menolak ajakan KLB, yang katanya diajak kader demokrat, tanpa tahu siapa namanya.
Namun, kenapa AHY tak temui Gatot? Usut punya usut, Gatot lah yang memecat AHY sebagai TNI tanpa uang pensiun dari negara.