Kamis, 4 Juni 2026

Ansor – Banser Kota Blitar Tolak Penceramah PA 212, JIka Memecah Belah Bangsa

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Senin, 23 November 2020 | 16:11 WIB
Blitar, NAWACITAPOST – Presidium Alumni (PA212. Tepatnya 2 Desember 2016 gerakan ini berhasil menghimpun dan memenjarakan  Gubernur Jakarta kala itu, Ahok.

Baca Juga : Fadil  Saat Kapolres Jakarta Barat Tangkap Hercules Cs, Kapolda Metro Jaya Basmi FPI



PASCA tumbang dan penjara, bahkan  bebasnya Ahok. PA 212 selalu tiap tahun menggelar demo. Ada masalah dan tak ada pun  selalu digelar olehnya. Front Pembela Islam (FPI) pimpinan Rizieq Shihab ada di kelompok ini.

Namun langkahnya terjepit dan terhenti. Kala baliho Rizieq banyak diturunkan Satpol PP, Polisi bersama TNI di seluruh wilayah Indonesia. Bukan cuman itu, penceramah dari  PA 212 selalu berseberangan dengan pemerintah.  Provokasi, hasutan dan  memecah belah bangsa selalu digelorakan para penceramah ini.

Tak mau daerahnya menjadi pusat kekecauan. Dan retaknya kesatuan dan persatuan bangsa.

Ansor dan Banser Kota Blitar menolak pengajian yang menghadirkan penceramah dari presidium alumni 212. Kedua lembaga ini minta aparat tegas bertindak pada kegiatan keagamaan yang berpotensi mengganggu keutuhan NKRI.

Informasinya, pengajian yang dilakukan oleh Majelis Ta'lim A'wanul Muhtadien.  Kelompok ini akan menghadirkan penceramah Dr Haikal Hasan Baras dari Presidium Alumni atau PA 212.

Pengajiannya jam 10 pagi. Sebuah rumah di Kelurahan Kepanjenkidul, milik satu di antara anggota Majelis Ta'alim A'wan Muhtadien menjadi tempatnya. Undangannya hanya 100 orang dan berlangsung secara tertutup. Rencananya FPI akan ada di  acara ini sebagai petugas pengamanan.

Namun, Ansor dan Banser tegas menolak  bentuk kegiatan yang berpotensi memecah belah bangsa.

Menanggapi penolakan keras Ansor dan Banser Kota Blitar. Kapolresta Blitar AKBP Leonard M Sinambela mengatakan pihaknya bersama satgas COVID-19 dan TNI telah memanggil panitia acara. Berdasarkan panitia acara, kata Leonard, acara tersebut diakui bukan agenda FPI, namun pengajian keagamaan.

Dari hasil rapat, Satgas COVID-19 merekomendasikan acara bisa dilaksanakan dengan prokes ketat. Dan acara ini pengajian. Ini acara keagamaan. Tapi jika selama berlangsungnya pengajian, jika ada kontennya unsur politik dan hasutan ya kami hentikan," kata Leonard.

Hal yang patut dipertanyakan. Biasanya ceramah dari PA 212 terbuka untuk umum walaupun terbatas. Dan, publikasinya gencar dilakukan. Hal ini tak nampak. Tertutup, dan terbatas menjadi pertanda bahwa PA 2121 sudah mulai semakin terjepit.

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB