Surabaya NAWACITAPOST - Suasana meriah dan haru terlihat di posko Pemenangan Eri Cahyadi - Armuji jalan Kenjeran Surabaya. Pasalnya Base Camp Relawan Surabaya Berseri tersebut mendapat kunjungan khusus dari Ketua DPP PDI Perjuangan Tri Rismaharini yang akrab di sapa Bu Risma, Minggu (22/11/20) malam.
Didepan sekitar 100 undangan yang terdiri dari LPMK, RW, RT dan kader lingkungan serta tokoh Agama dan masyarakat yang ada di wilayah kecamatan Bulak dan Mulyorejo, Risma menceritakan suka dukanya menjadi seorang Walikota Surabaya.
Seperti peristiwa penutupan Dolly yang sempat mengancam nyawanya, hingga pembangunan Jembatan Surabaya di Bulak yang menghabiskan biaya 350 miliar tanpa menggusur perkampungan warga.
Diujung masa jabatannya, Risma juga berpesan kepada masyarakat agar tidak gampang percaya kabar yang belum jelas.
" Saya dikabarkan telah memecah belah partai, itu tidak benar. terkait Rekom Calon Walikota dan Wakilnya kepada Eri Cahyadi - Armuji adalah menjadi hak prerogatif Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri," ujarnya sembari memanggil dan memperkenalkan Fuad putra kandungnya sekaligus menepis kabar yang beredar terkait Eri Cahyadi yang katanya adalah anak kandung Risma.
Di akhir sambutannya ia juga mengingatkan betapa pentingnya momen pencoblosan 9 desember mendatang. " Disini masyarakat yang menentukan perubahan untuk kota Surabaya. Saya bertanggung jawab untuk apa yang sudah saya lakukan. Ibarat seorang pimpinan harus memilih orang terbaik sebagai penggantinya. Maka dari itu bapak ibu tanggal 9 Desember nanti mari bersama-sama datang ke TPS, Coblos nomor 1 Eri Cahyadi-Armuji," tandas Risma.
Sementara pembina Relawan Surabaya, Abdul Ghoni Muklas Ni'am berterima kasih kepada Ibu Tri Rismaharini selaku ketua DPP PDI Perjuangan bidang kebudayaan yang telah hadir di posko surabaya berseri. " Paling tidak, hal ini merupakan suport dan motivasi kepada relawan dan peserta yang hadir di antaranya ada LPMK. RW. RT dan kader lingkungan serta tokoh masyarakat se kecamatan Bulak dan Mulyorejo," katanya.
Agenda ini, menurut Ghoni merupakan keinginan para relawan dan tokoh masyarakat yang tergabung di relawan surabaya berseri untuk memperjelas berita-berita miring yang memojokan Bu Risma dan paslon 01 Eri-Armuji (ErJi), katanya.
Sekertaris Fraksi PDI-P DPRD surabaya ini juga menjelaskan bahwa Surabaya sudah ditata dengan baik oleh bu Risma, dan nantinya penataan akan dilanjutkan oleh Eri Cahyadi dan Armuji.
Ia berharap, pasca pertemuan tidak berhenti di sini. " Relawan Surabaya Berseri harus terus melakukan sosialisasi, door to door di sisa waktu kampanye sebelum 9 desember untuk mempertebal kemenangan suara Eri-Armuji," kata Ghoni.
" Boleh ambil uangnya, sarung atau sembakonya, 9 Desember nanti tetap coblos nomer 1," pungkasnya.
Turut hadir saat itu, Jordan M. Batara Goa anggota DPRD Jatim pengganti Armuji yang akan bertarung di Pilwali Surabaya 2020.
Disini Jordan menyampaikan hasil survey yang mengunggulkan pasangan Eri Cahyadi - Armuji. Dalam hal ini ia meminta agar para pendukung tidak boleh terlena dan puas. " Kita tetap harus bersemangat dan mempertebal kemenangan Eri-Armuji pada Tanggal 9 desember 2020," katanya.
Ia juga memastikan tidak akan melakukan money politik dan membagi-bagi kan sarung, sembako. dll atau membeli suara warga Surabaya. Kalaulah memang ada calon seperti itu berarti niatnya bukan mau membangun itu malah merusak, tegas Jordan.
Menurut Jordan, pembangunan kota yang baik adalah yang berkesinambungan, jadi jangan sampai kota Surabaya hancur hanya gara-gara dipimpin oleh orang yang belum berpengalaman di Pemerintahan. (L1)