Baca Juga : Bila Mayoritas Parpol Setuju, Kendala Ahok Jadi Presiden Selesai
Jokowi tanpa sadar memulai tradisi baru menjadi orang nomor satu melalui tapakan jenjang itu. Walikota Solo 10 tahun, Gubernur Jakarta 3 tahun, Presiden sudah dijalani 6 tahun, masih 4 tahun lagi tampuk kekuasannya terhenti secara konstitusi.
Segmen kekuasaan suami dari Iriana Jokowi itu memberikan warna tersendiri bagi perjalanannya membangun Indonesia. Sehingga ayah dari Gibran Rakabuming Raka, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangerep melihat dan menatap dengan berkata, dan tentu bertindak bahwa Indonesia itu bukan hanya Solo, dan Jakarta, melainkan Aceh sampai Papua.
Titian tapakan itu menjadi dasar kekokohan dan kekuatannya yang tak mudah digoyang dan dijatuhkan. Terhempas dan sempat jatuh, ya. Namun tak sampai tergeletak. Rongrongan dan gangguan bisa diatasinya, tanpa menimbulkan kegaduhan yang membesar. Kemenangannya bukan untuk dirinya. Musuh yang mengganggunya tak pernah dipermalukan dengan amat sangat. Ibaratnya musuh jatuh pun ditolong. Rasa dendam, membalas dan menghukum musuh tak ada dalam tipikal pribadinya.
Semua diayomi dengan 4 pilar ; Bhineka Tunggal Ika, Pancasila, UUD 45, dan NKRI menjadi spirit merah putih berkibar di seantero dunia.
Hal lainnya, yang dulu kita mengimpor, perlahan mulai dikurangi dan dibatasi. Mafia tak bisa leluasa bergerak.
Baca Juga : Ada Misi Khusus Gubernur Jabar Ridwan Kamil Berkantor di Depok
Ahok sepertinya punya gebrakan yang sama dengan Jokowi. Pemberantasan korupsi menjadi kesukaannya. Paling anyar membongkar bobrok Pertamina dilakukan melalui chanel You Tube dan ditonton jutaan rakyat Indonesia, bahkan warga dunia.
Ridwan Kamil atau biasa disapa Kang Emil atau RK yang mempunyai penampilan kalem, tapi tegas. Seperti permasalahan covid di daerah yang dipimpinya berhasil ditekan. Intoleransi pun tak berkutik di eranya. Kepastian ketersediaan kebutuhan pokok rakyat Jawa Barat selalu tercukupi bahkan lebih. Cepat dan tanggap atas keputusan pemerintah pusat. Dan bisa menjalaninya.
Kedua orang ini layak dan pantas meniti tangga berikutnya sebagai Presiden. Terlebih Ahok dan RK mampu merawat pembangunan yang telah dikerjakan Jokowi yang saat ini digunakan seluruh rakyat Indonesia. Pembangunan Ibukota baru bisa diteruskan dan diselesaikan Ahok dan RK. Saat ini Ahok sebagai Komut Pertamina, sebelumnya Bupati Belitung Timur, dan pernah menjadi Gubernur Jakarta. RK mulai dari Walikota Bandung, saat ini Gubernur Jawa Barat.
Sehingga tradisi menjadi Presiden yang ditapaki Jokowi, dipunyai Ahok dan Kang Emil atau RK, sehingga tinggal selangkah lagi digenggamnya untuk memajukan seluruh rakyat Indonesia. Namun, Kita tidak tahu keduanya bersatu sebagai pasangan atau berkompetisi di Pilpres? Biarlah waktu dan kepentingan yang menjawabnya.
Sepertinya Ahok dan Kang Emil memiliki kesamaan dengan Jokowi