Kamis, 4 Juni 2026

Ikut Campur Urusan Di UI, Pilkada Depok PKS Bisa Kalah

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Senin, 28 September 2020 | 23:00 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Sejak Depok menjadi Kotamadya pada 1999. Dominasi Partai Keadilan Sejahtera PKS begitu kuat. 4 kali Pilkada PKS menang 3 kali. Bukan itu saja. Pilpres 2014 dan 2019 PKS menang telak. Pasangan Prabowo – Hatta, dan Prabowo – Sandi berhasil mengalahkan Jokowi – JK, dan Jokowi – Ma'ruf Amin. Pileg nasional,  Jawa Barat, dan Depok pun demikian.

Baca Juga : Ade Armando : PKS Fitnah UI



Namun, sepertinya Pilkada kali ini dominasinya akan ditumbangkan dengan pisahnya Walikota -  Mohammad Idris, dan Wakil Walikota – Pradi. Idris berpasangan dengan anggota DPRD  Jawa Barat yang juga Kepala Bidang Humas DPW Jawa Barat, Imam Budi Hartono. Pasangan yang mempunyai 17 kursi, hanya PPP dan Demokrat  yang berlabuh.

Sementara Pradi mencalonkan diri sebagai wali kota Depok calon wakilnya dari PDIP, Afifah Alia. Pasangan ini diusung koalisi gemuk 33 kursi yang terdiri dari PDIP, Golkar, PAN, PKB, dan . hPSI, Gerindra.

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI) Aditya Perdana, menjagokan Idris dan Imam menang. Hal senada pun disampaikan pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin memprediksi pasangan Idris-Imam cenderung masih menjadi favorit.

Memang bila dipetakan Depok adalah basis PKS menjuarai pertarungan pemilu dalam berbagai tingkatan daerah dan nasional, serta legislatif  dan eksekutif. Kantor Pusat PKS hanya 5 Km lebih ke Pemkot Depok, dan Universitas Indonesia boleh dibilang gudangnya alumni ini berkiprah ke PKS.

Namun, semenjak Rektor UI dijabat Prof. Arie Kuncoro. Nampaknya  taring PKS di kampus kuning itu mulai meredup. Aturan ketat pun diberlakukan. Kajian agama hanya diberikan di kuliah saja.Dan itu berlaku bagi mahasiswa baru.

Keputusan Prof, Arie ini  mendapat  dukungan dari dosen komunikasi Fisip UI, Ade Armando. Apalagi pernyataan blunder dan bodoh dari elit PKS di MPR  yang memojokan dan menyudutkan UI sebagai kampus free seks turut membuat miris  bukan hanya Kampus Kuning. Namun, merebak keseantero Indonesia. Nampaknya, ini yang membuat PKS ditinggalkan. Karena ulahnya suka ikut campur urusan di UI.Bisa-bisa ini tanda-tanda kekalahannya di Pilkada kota Belimbing.

Apalagi beberapa tokoh utama dulu yang dulu membesarkan PKS. Fahri Hamzah,Anies Matta, Mafud Sidiq dan mantan elit PKS lainnya. Sudah membuat gerbong partai sendiri bernama Gelora. Ditambah, ditinggal Gerindra,

Nampaknya kekalahan PKS bisa saja terjadi. Terbukti di Jakarta, Jabatan wakil Gubernur yang ditingal Sandi (Ikut Cawapres) calon PKS kalah.  Lalu, apakah Pilkada Depok bisa membuktikan  bahwa PKS sudah tak kuat lagi. Bisa ya dan bisa tidak.

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB