Baca Juga : Ade Armando : PKS Fitnah UI
Namun, sepertinya Pilkada kali ini dominasinya akan ditumbangkan dengan pisahnya Walikota - Mohammad Idris, dan Wakil Walikota – Pradi. Idris berpasangan dengan anggota DPRD Jawa Barat yang juga Kepala Bidang Humas DPW Jawa Barat, Imam Budi Hartono. Pasangan yang mempunyai 17 kursi, hanya PPP dan Demokrat yang berlabuh.
Sementara Pradi mencalonkan diri sebagai wali kota Depok calon wakilnya dari PDIP, Afifah Alia. Pasangan ini diusung koalisi gemuk 33 kursi yang terdiri dari PDIP, Golkar, PAN, PKB, dan . hPSI, Gerindra.
Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI) Aditya Perdana, menjagokan Idris dan Imam menang. Hal senada pun disampaikan pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin memprediksi pasangan Idris-Imam cenderung masih menjadi favorit.
Memang bila dipetakan Depok adalah basis PKS menjuarai pertarungan pemilu dalam berbagai tingkatan daerah dan nasional, serta legislatif dan eksekutif. Kantor Pusat PKS hanya 5 Km lebih ke Pemkot Depok, dan Universitas Indonesia boleh dibilang gudangnya alumni ini berkiprah ke PKS.
Namun, semenjak Rektor UI dijabat Prof. Arie Kuncoro. Nampaknya taring PKS di kampus kuning itu mulai meredup. Aturan ketat pun diberlakukan. Kajian agama hanya diberikan di kuliah saja.Dan itu berlaku bagi mahasiswa baru.
Keputusan Prof, Arie ini mendapat dukungan dari dosen komunikasi Fisip UI, Ade Armando. Apalagi pernyataan blunder dan bodoh dari elit PKS di MPR yang memojokan dan menyudutkan UI sebagai kampus free seks turut membuat miris bukan hanya Kampus Kuning. Namun, merebak keseantero Indonesia. Nampaknya, ini yang membuat PKS ditinggalkan. Karena ulahnya suka ikut campur urusan di UI.Bisa-bisa ini tanda-tanda kekalahannya di Pilkada kota Belimbing.
Apalagi beberapa tokoh utama dulu yang dulu membesarkan PKS. Fahri Hamzah,Anies Matta, Mafud Sidiq dan mantan elit PKS lainnya. Sudah membuat gerbong partai sendiri bernama Gelora. Ditambah, ditinggal Gerindra,
Nampaknya kekalahan PKS bisa saja terjadi. Terbukti di Jakarta, Jabatan wakil Gubernur yang ditingal Sandi (Ikut Cawapres) calon PKS kalah. Lalu, apakah Pilkada Depok bisa membuktikan bahwa PKS sudah tak kuat lagi. Bisa ya dan bisa tidak.