Baca Juga : PKS Merasakan Pahitnya Manuver Partai Gelora di Pilkada 2020
Itu fitnah murahan. PKS panik dan marah, karena kebijakan rektor UI yang baru, Prof. Ari Kuncoro mulai membersihkan cengkraman PKS di UI. Kegiatan Mahasiswa Baru (MABA) yang biasanya ditangani Badan Eksekutif Mahasiswa yang dikuasai kader-kader Tarbiyah mulai diambil alih dan ditangani langsung Direktorat Kemahasiswaan UI. Tarbiyah adalah jaringan PKS dalam perekrutan intelektual untuk menjadi kader PKS, tegas Ade.
Ade Armando
Acara penerimaan MABA ini adalah tahap awal yang menentukan dalam kaderisasi mahasiswa untuk direkrut oleh Tarbiyah. Kaum Tarbiyah yang selama ini berada di posisi-posisi kunci Universitas juga sudah disingkirkan.
Bahkan masjid dan musholla pun sekarang diawasi agar tidak menjadi tempat pembibitan kader-kader pejuang syariahd an khilafah.
Gara-gara tak ada mahasiswa baru dari UI yang bisa direkrut menjadi kader PKS. Maka, tudingan dan tuduhan bahwa kampus UI mengajarkan free seks disampaikan Pimpinan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) MPR RI Al Muzammil Yusuf.
-
Al Muzammil Yusuf, menuding UI itu frees seks. Hanya karena ospek UI dengan judul 'Peduli, Hindari, dan Cegah Tindak Kekerasan Seksual' . Katanya itu bisa membuat risau orang tua mahasiswa UI.
Hal itu disampaikan lewat akun Instagramnya, @almuzzammil.yusuf, yang menyoroti consensual sex yang banyak dikeluhkan oleh orangtua mahasiswa, Senin 14 September 2020.
Jika dicermati bahwa PKS ini banyak dirundung masalah. Mulai pendirian Partai Gelora yang sebagian besar pendirnya adalah yang pernah membesarkan PKS. Diitnggal Prabowo Subianto. Serta kekalahan kadernya menempatkan kadernya sebagai wakil Gubernur Jakarta, dan tuntutan dari mantan kadernya, Fahri Hamzah yang memenangkan gugatannya atas PKS. Bunyi gugatan itu bahwa PKS harus membayar 30 milyar rupiah kepada mantan wakil ketua DPR.
Bahkan, PKS pernah menjalin kerjasama atau pendekatan kepada semua kalangan. Partai Komunis China pun pernah dilakukan. Dengan yang berbeda agama pun saat ini sedang dilakukan kerjasama.
Kampus memang tempat ideal PKS menabur dan menuai kader terbaiknya. Jika ada yang mengganggunya, maka partai ini teriak dengan tuduhan yang tak jelas, dan berujung fitnah.