Kamis, 4 Juni 2026

Ade Armando : PKS Fitnah UI

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Senin, 21 September 2020 | 12:35 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah menuduh bahwa di Universitas Indonesia (UI) kegiatan mahasiswa dan mahasiswinya boleh melakukan seks bebas jika didasari atas suka sama suka, itu sehat dan sah. Hal itu diungkapkan pimpinan Fraksi PKS di MPR Al Muzammil Yusuf.

Baca Juga : PKS Merasakan Pahitnya Manuver Partai Gelora di Pilkada 2020


Itu fitnah murahan. PKS panik dan marah, karena kebijakan rektor UI yang baru, Prof. Ari Kuncoro mulai membersihkan cengkraman PKS di UI. Kegiatan Mahasiswa Baru (MABA) yang biasanya ditangani Badan Eksekutif Mahasiswa yang dikuasai kader-kader Tarbiyah mulai diambil alih dan ditangani langsung Direktorat Kemahasiswaan UI. Tarbiyah adalah  jaringan PKS dalam perekrutan intelektual untuk menjadi kader PKS, tegas Ade.

Ade Armando

Acara penerimaan MABA ini adalah  tahap awal yang menentukan dalam kaderisasi mahasiswa untuk direkrut oleh Tarbiyah. Kaum Tarbiyah yang selama ini berada di posisi-posisi kunci Universitas juga sudah disingkirkan.

Bahkan masjid dan musholla pun sekarang diawasi agar tidak menjadi tempat pembibitan kader-kader pejuang syariahd an khilafah.

Gara-gara tak ada mahasiswa baru dari UI yang bisa direkrut menjadi kader PKS.  Maka, tudingan dan tuduhan bahwa kampus UI mengajarkan free seks disampaikan Pimpinan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) MPR RI Al Muzammil Yusuf.

-
Al Muzammil Yusuf.

Al Muzammil Yusuf, menuding UI itu frees seks. Hanya karena ospek UI  dengan judul 'Peduli, Hindari, dan Cegah Tindak Kekerasan Seksual' . Katanya itu bisa membuat risau orang tua mahasiswa UI.

Hal itu disampaikan lewat akun Instagramnya, @almuzzammil.yusuf, yang menyoroti consensual sex yang banyak dikeluhkan oleh orangtua mahasiswa, Senin 14 September 2020.

Jika dicermati bahwa PKS ini banyak dirundung masalah. Mulai pendirian Partai Gelora yang sebagian besar pendirnya adalah yang pernah membesarkan PKS. Diitnggal Prabowo Subianto. Serta kekalahan  kadernya menempatkan kadernya sebagai wakil Gubernur Jakarta, dan tuntutan dari mantan kadernya, Fahri Hamzah yang memenangkan gugatannya atas PKS. Bunyi gugatan itu bahwa PKS harus membayar 30 milyar rupiah kepada mantan wakil ketua DPR.

Bahkan, PKS pernah menjalin kerjasama atau pendekatan kepada semua kalangan. Partai Komunis China pun  pernah dilakukan. Dengan yang  berbeda agama pun saat ini sedang dilakukan kerjasama.

Kampus memang tempat ideal PKS  menabur dan menuai kader terbaiknya.  Jika ada yang mengganggunya, maka  partai ini teriak dengan tuduhan  yang tak jelas, dan berujung fitnah.

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB