Baca Juga : Fahri Hamzah Akui Ahok, Tantang Jokowi
Seperti saat Ahok mencoret dengan membuat lingkaran di anggaran yang diajukan oleh DPRD lalu diberi tulisan "pemahaman nenek lu". Beliau menolak anggaran sebesar 8,8 triliun rupiah yang diajukan Parlemen Kebon Sirih untuk sosialisasi SK Gubernur DKI. Tidak hanya itu, beliau juga meminta agar oknum-oknum di DPRD menghentikan upaya-upaya memasukkan dana-dana tak jelas. Beliau mengaku berani bertarung untuk membuat anggaran DKI tepat sasaran.
Ayah dari Nicholas Purnama, Nathania Purnama, Daud Albeenner Purnama, Yosafat Abimanyu Purnama tahu resiko yang dihadapi terkait gebrakannya itu. Di Pilkada Jakarta 2017 tak terpilih lagi. Ditambah lagi, usai tak menjabat orang nomor satu Jakarta harus mendekam di penjara Mako Brimob. Namun bukan kejahatan pidananya, hanya ucapannya yang katanya menyinggung agama lain.
Setelah keluar dari penjara. Presiden Jokowi melalui Menteri BUMN Erick Thohir menunjuknya sebagai Komisaris Utama (Komut) Pertamina menggantikan posisi Tanri Abeng.
Melalui chanel Youytube POIN Ahok secara terbuka membeberkan buruknya manajemen Pertamina. Melobi Menteri hingga persoalan gaji direksi. Yaitu soal direksi yang sudah dipecat masih menerima gaji sebsar 100 juta. Seharusnya gaji mengikuti jabatannya. Sepertinya gak ada kerjaan pun dibayarnya sebesar itu.
Kemudian soal untuk jabatan tertentu di pertamina sebelum lelang terbuka di terapkan seseorang untuk mencapainya harus punya pengalaman 20 tahun kerja di Pertamina. Era Ahok diterapkan lelang terbuka. Berarti semua memilki kesempatan yang sama, Tidak lagi menunggu masa kerja yang lama itu.
Rupanya lelang terbuka ini menimbulkan kegelisahan dan membuat banyak orang tidak nyaman. Kepentingannya terusik Andre Rosaide, Politisi Gerinda yang juga anggota DPR Komisi IV yang bermitra dengan Pertamina. Meminta Menteri BUMN Erick Thohir untuk memecat dan mencopot Ahok sebagai Komut. Alasannya, Ahok sudah membuat gaduh.
Ahok tak peduli. Dirinya terus bergerak membenahi Pertamina. Karena baginya dia ditugaskan sebagai komutri utama Pertamina oleh Presiden Jokowi karena untuk memperbaiki kinerja perusahaan plat merah ini.