Baca Juga : Rizieq Shihab Di Saudi Jadi Target Ditangkap?
Pasalnya, isu komunis mulai digencarkan dalam peristiwa ini. Arahnya jelas kepada Presiden Jokowi. Supaya info ini tidak liar kemana-mana dan menjadi gorengan para pembenci Jokowi menggunakan peristiwa ini. Maka, tepat Mafud MD bertemu dengan penceramah sejuk ini.
Bagaimana tidak isu ini sudah menjadi bola liar. Hanya dalam hitungan jam pasca peristiwa ini. Habib Rizieq Shihab (HRS) yang menetap sementara di Arab Saudi atas jaminan Presiden Jokowi (Kalau tidak ada jaminan, HRS bisa ditangkap, baca : Rizieg Shihab DI Saudi Jadi Target Ditangkap bersuara lantang bahwa peristiwa itu dilakukan oleh PKI.
Polisi saja yang punya wewenang mengusut, belum mengumumkan peristiwa itu. Memang pesan dari HRS ini jelas ingin memanfaatkan situasi pandemi covid dengan terus merongrong pemerintah.
Intinya. Periode kedua sebagai presiden, Jokowi tepat memilih pendamping Ma’ruf Amin sebagai Wapres, Yasonna Laoly (MenkumHAM), dan Mahfud MD (Menkopolhukam).
Sertifikasi penceramah untuk semua agama adalah ide dari Wappres. Membuat khilafah ketar-ketir dan protes tak karuan. Kemudian penangkapan Maria Lumowa pembobol BNI sebesar 1,7 triliun rupiah dilakukan MenkumHAM, dan isu komunis berhasil diredam dilakukan Menkopolhukam.
Terkait bertemunya mantan Ketua MK ini ke Syekh Ali. Mempertegas bahwa pemerintah benar-benar melindungi warganya. Dan, tidak ada tempat bagi PKI, Khilafah dan perongrong Pancasila. Justru Pancasila harus tumbuh dan berkembang di Indonesia dengan Bhineka Tunggal Ika sebagai semangat pergaulan sesama anak bangsa yang cinta NKRI.
Saat hendak pamit dari rumah Syeik Ali, Mahfud MD mendapat pesan berharga dari penceramah yang mengajarkan dan melakukan toleransi. “Saya sehat-sehat saja, tolong sampaikan kepada Bapak Presiden Jokowi,” seperti dilansir seword.
Yang jelas, Jokowi mengutus Mahfud MD bertemu Syekh Ali, Isu komunis tak laku.