Baca Juga : Waspada Propaganda Khilafah di Indonesia
Artinya Indonesia sebagai negara yang sekarang mandiri, mau dibuat semacam sekelas Kabupaten atau Kecamatan, Kelurahan. Yang kekuasaannya ada dibawah khilafah. Dan entah dimana mereka ada. Jadi langkah untuk mewujudkan itu dengan merebut kekuasaan di Indonesia. Pertanyaannya apakah kita mau negeri ini dijadikan sekelas kelurahan? Jawabannya pasti tidak mau.
Makanya gerombolan khilafah ini gak mungkin bisa menjalankan aksinya. Kalau semua kondisi di Indonesia ini baik-baik saja. Tak mungkin merebut kekuasaan lewat mekanisme yang demokratis. Misalnya lewat pemilu. Sebab mereka sendiri membenci demokrasi.
Satu-satunya cara untuk merebut kekuasan adalah dengan cara kudeta. Kudeta hanya bisa terlaksana jika negeri ini goncang-gancing dan terpecah belah. Jadi kalau kelakuan anggota kelompok Hitbuz Tahrir itu pada dasarnya bikin ribut melulu. Karena memang tujuan organisasi ini bikin huru-hara.
Sebab tanpa huru-hara mereka tak punya peluang untuk merebut kekuasaan. Tidak salah kalau organisasi Hizbut Tahrir ini dilarang di seluruh dunia. Sebut saja, Arab Saudi, Turki, Mesir, Tunisa, Kanada, Suriah, Malaysia dan banyak negara lainnya.
Dimana HTI atau Hizbut Tahrir bercokol selalu merusak. Sehingga tak usah heran, kalau kelakuan mereka selalu berusaha menciptakan provokasi di masyarakat. Mereka itu tidak betah, hidup damai. Mereka berusaha memantik kemarahan terus. Mereka menciptakan instabilitas politik. Kalau nanti dibalas, mereka cepat-cepat berlindung dibalik umat dan kata agama, bendera taufid, mengaku dipersekusi. mengaku diperlakukan tidak adil.
Padahal kelakuannya itu memercik konflik terus menerus. Artinya begini hanya dengan suasana kacau, mereka punya peluang untuk merebut kekuasaan. Sebab itu mereka akan terus menerus bikin kekacauan. Sehingga tidak mungkin mereka menjaga perdamaian. Karena tujuan mereka bikin kacau. Gaya gerombolan khilafah untuk memercik kekacauan di Indonesia ini buat kekacauan gampang ditebak.
Mereka itu mengusik kelompok-kelompok besar. Provokasi terus-menerus dilakukan. membangkitkan emosi kepada lawan adalah ciri khasnya. Lalu, jika ada yang bereaksi. Mereka tinggal lihat arah angin. Jika arah anginnya memungkinkan percikannya dibesarkan. Mereka langsung kipas-kipas. Jika arah anginnya tidak berpihak kepada mereka. Mudah, mereka akan siapkan materai minta maaf atas nama umat Islam.
Makanya jangan heran kalau gerombolan ini berkali-kali mereka mengganggu Nahdatul Ulama (NU). Sebab NU adalah organisasi besar di Indoenesia. Mereka tahu kalau Kyaia NU yang dihormati diusik, dihina, para santrinya akan meradang marah. Suasana itu nyata terjadi di pasuruan pada Agustus 2020.
Dilakukan seorang aktivis pengasong khilafah bernama Abdul Khalim ini membuat status di FB yang isinya menghina Habib Lutfi Bin Yahya. Habib Lutfi adalah tokoh NU yang kemana-mana mengorbankan dan menciptakan suasana cinta tanah air Indonesia. Dia dihormati anak- anak muda NU.
Beliau panutan dan penasehat banser NU. Saat dihinakan pengasong khilafah tentu saja saat dihinakan pengasong khilafah itu, tentu saja anak-anak muda Banser NU ini meradang. Akibatnya Banser NU di Pasuruan mendatangi Kahlim yang punya akun FB itu. Mengorek keterangan darinya.
Apa maksud status FBnya itu? Korek punya korek akhirnya diketahui gerombolan pengasong khilafah itu sering berkumpul disebuah yayasan pendidikan milik Zainulah. Kemudian banser mendatangi lokasi itu, Di yayasan itu ternyata ditemukan penghinaan kepada gambar atau foto Presiden Jokowi yang dicoret macam-macam, bendera-benderaHTI bertebaran diloksi itu.
Lembaga pendidikan ini mendoktrin siswa-siswanya dengan ajaran khilafah. Ajaran yang bahaya buat Indonesia. Seperti bisa setelah ditanya banser, kahim dan zainulah memohon dengan muka memelas menggunakan pakaian simbol ustad, baju koko, pakai peci. Kesan yang mau dibangun apa? Katanya Banser mempersekusi ustad.
Padahal kalau mau ditelisik sebenarnya mereka biang keroknya, mengacak-ngacak atau menghina Habib Lutfi Yahya dan santri-santri NU. Namun sialnya pancingan gerombolan pengasong khilafah ini ‘dimakan’ MUI dengan muka melasnya itu. Bahkan dalam suatu debat Wakil Sekjen MUI Nazaruddin Ramli menuding Banser tidak beradab karena mempersekusi ustad.
Nah inilah MUI hanya melihat wajah saja atau kejadian pada saat itu saja. Kalau orang sudah jenggotan dan pakai baju koko dianggap ustad. Kalau ada orang yang berbeda pendapat, yang berbeda pendapat ini mempersekusi ustad.
Padahal yang baju koko yang jenggotan itu kerjaanya buat kericuhan. MUI sendiri lupa, bahwa sebenarnya Teungku Zulkarnain yang memalsukan soal pendidikannya. Sampai sekarang masih asyik-asyik saja tuh bebas tak ada MUI bicara adabnya Teungku, bahkan cuitannya yang penuh provokasi dan tidak beradab itu dibiarkahn sama MUI. Tidak ada MUI bicara soal sopan santun terhadap salah satu pengurus MUI juga.
Memang gerombolan khilafah ini sangat bahaya, mereka punya ideoogi yang tujuannya merebut kekuasaan dengan cara kudeta. Caranya membuat konflik sosial di masyarakat terlebih dahulu. Makanya mereka kemana-mana menggunakan bendera hitam bertuliskan kalimat sahadat. Tujuannya apa? Kalau ada yang protes. Yang protes itu dituding menghina tauhid, karena ada tulisan tauhidnya.
Jadi mereka membuat konflik kemana-mana. Mereka berlindung dibalik bendera tauhid tersebut. Seolah-olah tauhid itu dengan selembar kain. Nah itulah mereka. Itu bukan bendera tauhid, tapi itu bendera HTI. Karena itu mereka menyisipkan orang-orang diberbagai lembaga pemerintahan maupun dimiliter.Tujuannya apa? Yaitu melakukan kudeta.
Hitbuz Tahrir menyusup dikalangan militer dengan tujuannya mendukung kekuatan mereka. Sudah banyak pelajaran di dunia peran hizbut tahrir ini. Saat konflik Arab - Israel misalnya. Hizbut Tahrir menyusup di milter Irak, suriah. Mereka berusaha melakukan kudeta padatahun 1967. Pada tahun 1969 mencoba kudeta di Yordania.
Terus 1974 Hizbut Tahrir mencoba menggoyang kudeta di Mesir.Terakhir 2011 di Pakistan brigadir Han pentolan Hizbut tahrir mengancam kekuasaan di Pakisatn. Untung saja tentara Pakistan berhasil menumpas kekuatan brigair Han sampai ke akar-akarnya. Coba perhatikan di banyak negara kehadiran Hizbut Tahrir tujuannya memang selalu bikin kacau dan ingin merebut kekuasaan dengan cara-cara berdarah.
Lalu mereka ingin merubah dasar negara.Jadi kalau ideologi khilafah mau bertambah di Indonesia, ya kita tinggal menunggu waktu saja kapan mereka akan berulah membuat pertumpahan darah.
Khilafah ini jauh lebih berbahaya dari virus covid 19. Kalau covid ini yang ketularan itu ya kena sendiri. Kalau khilafah ini menular ke mana-mana dan bahaya sekali. Karena doktrin mereka pelan-pelan mengubah pola pikir yang waras.
Langkah Banser di Pasuruan yang berusaha menghentikan kegiatan gerombolan khilafah ini sangat penting. Sebab secara organisasi HTI sudah dilarang di Indonesia. Ya persis PKI organisasi HTI dilarangnya. Din Syamsuddin deklarator atau tokoh KAMI dan mantan Ketua Umum PP Muhamadiyah pernah didapuk jadi pembicara dihadapan anggota HTI di stadion utama senayan dalam pertemuan nasional khilafah.
Din berada di tengah-tengah gerombolan yang mau mengubah ideologi Indonesia. Ternyata oraganisasi HTI sudah dilarang ternyata tidak cukup melarang organisasinya. Gerombolannya terus bergerak dan memprogandakan khilafah di seluruh Indonesia . Lihat saja, ungkapan dan kata di media sosial seperti twiter dll, yang berkata rindu khilafah, khilafah jalan keluar dsb.
Bahkan mereka sudah membuat film dokumenter tentang jejak khilafah isinya tentang pemalsuan sejarah. Memang sih gerombolan itu membuat hoax tidak masalah asal bisa menghancurkan Indonesia karena itu tujuannya. Sebenarnya apa yang dilakukan Banser di Pasuruan mendatangi lokasi dan orang-orang khilafah dan menghentikan kegiatannya provokatif.
Itu bukan membela ulama kharismatik kaya Habib Lutfi adalah spirit yang menjaga wadah Indonesia bernama NKRI. Mestinya menjaga Indonesia bukan hanya kewajiban Banser tapi kewajiban kita semua.
Kegiatan banser yang menghentikan khilafah di Padalah untuk menyelamatkan Indonesia. Jadi kalau ada kegiatan atau ajaran ini berkembang di mana saja di Indonesia kita harus menghentikannya. Karena dengan kita berbuat seperti Banser, maka kita sudah berbuat untuk menyelamatakan Indonesia.