Baca Juga : Tommy Soeharto Dilengserkan Dari Partainya Sendiri
Rakernas digelar untuk membahas program kerja Partai Berkarya, sekaligus melakukan sosialisasi hasil Munaslub, dan pembekalan anggota DPRD se-Indonesia. Dihadiri 350 peserta terdiri 34 Pimpinan DPW, ditambah 120 dari 140 anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota.
Khusus anggota DPRD, yang tidak hadir 20 orang dengan alasan beragam, mulai dari terhalang transportasi dari berbagai daerah yang masih terisolasi karena korona, sakit dan dua orang telah meninggal dunia.
Perhelatan Rakernas partai ini tujuan utamanya adalah menguji dan loyalitas kader khususnya yang duduk di parlemen daerah untuk merapatkan barisan serta patuh pada satu komando yang telah berpayung hukum dan legal. Tepatnya parpol yang diterima KPU berdasar keputusan KemenkumHAM. Pasalnya dari sinilah bisa tergambarkan dengan jelas tentang keabsahan dan legalitas yang paling dekat di depan mata adalah Pilkada 2020. Yang masih terbuka pengajuan nama atau pengusungan calon sampai 4 September 2020.
Kanan ke Kiri : Ketua Umum Partai Berkarya, Mayjen TNI (Purn) Muchdi PR melakukan Salam Komando dengan Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Menhan RI, Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto
Sosok dan sepak terjang Muchdi PR tak perlu diragukan lagi. Menyerang alias merebut kemudian mempertahankan secara ksatria asal itu seturut perintah konstitusi sudah terpatri dalam dunia tentara khususnya dikesatuan Kopasus. Ketika purna tugas alias pensiun dari militer. Jiwa pantang menyerah dibenaknya selalu terbenam dalam dirinya. Dengan catatan perintah sesuai aturan.
Hal itu dibuktikan dengan mengadakan Munaslub Partai Berkarya. Setelah itu menyerahkan hasil Munaslub kepada Pemerintah dalam hal ini ke kantor KemenkumHAM, Selanjutnya melaksanakan Rakernas di Surabaya. Kegiatan tersebut diselesaikan dalam waktu 60 hari.
Bendera partai pun kini berkibar dalam genggamannya. Lalu sang lawan tertunduk lesu menatap kibaran dari lawannya. Ibaratnya Tommy Soeharto bagai mimpi kehilangan kekuasaan. Ternyata anak penguasa orde baru selama 32 tahun itu kini sudah tak punya partai lagi.Yang bisa dilakukan hanya menatap.