Rabu, 3 Juni 2026

Taruna Merah Putih, Pewaris Semangat Bung Karno

Photo Author
Admin 1, Nawacita Post
- Senin, 29 Juni 2020 | 09:32 WIB
Jakarta, NAWACITATaruna Merah Putih (TMP) sebagai Organisasi Pemuda besutan Politisi Senior, Maruarar Sirait, menunjukkan eksistensinya dalam gerak nadi kebangsaan. Semangat Pancasila yang terkristalisasi dalam tindakan gotong-royong terealisir dalam gaung kepedulian menghadapi pandemik C-19. Hal ini nyata dalam aksi serentak kader TMP dari seluruh daerah di nusantara, sebagaimana terlihat dalam cuplikan video singkat yang ditayangkan diawal Webinar Nasional TMP bertema, “Jas Merah: Ciptakan Sejarah Positif bagi Bangsa”. (28/6/2020).

Webinar yang mendatangkan narasumber dari berbagai kalangan ini, mencoba menggali semangat Soekarnois dalam upaya pembangunan bangsa yang dinamis oleh kaum muda. Sebagai organ sayap partai terbesar, PDI Perjuangan, TMP melihat bahwa saat ini bangsa kita minus akan semangat kebersamaan.
Baca Juga: Webinar PGK tentang C-19, Catatan Aktivis untuk Kebangsaan

Berbagai tindakan provokasi yang bermaksud memecah belah bangsa, kerap terjadi. Tetapi, disisi lain Maruarar Sirait sebagai Ketum DPP TMP mengatakan bahwa, Krisis yang sedang melanda dari berbagai arah dan dimensi, justru menjadi kekuatan untuk merekatkan kembali semangat gotong-royong yang dicetuskan oleh founding father, Bung Karno.

Menurut Maruarar, komunikasi dan konsolidasi kader muda bangsa dibawah kepemimpinan partai PDI Perjuangan, telah menunjukkan sebuah prestasi dan komitmen yang teguh untuk membangun NKRI secara utuh dalam semangat marhaenisme dan Soekarnois, yakni kepedulian dan gotong royong.

Hadir dalam Webinar ini, Hasto Kristiyanto (Sekjend PDI Perjuangan) yang dengan tegas mengatakan bahwa Pancasila adalah Rumah Kita. Sebagai rumah yang tidak sekedar sebagai tempat tinggal, Pancasila sebagai ideologi harus tetap berdiri kokoh sebagaimana bendera merah putih yang telah berkibar dan tidak boleh turun. Hasto melihat bahwa pertahanan terakhir untuk menegakkan keutuhan Pancasila adalah kader muda militan yang berwawasan kebangsaan.

Dengan bonus demografi dengan populasi terbesar di dunia, kaum muda Indonesia dituntut untuk menciptakan sejarah dan energi positif melalui penguasaan IPTEK dan inovasi kreatif. Pemuda adalah pelopor yang sadar akan tanggungjawab sebagai pilar pembangunan bangsa.

Penguasaan riset dan IPTEK tersebut harus terimplementasi. Hal ini ditunjukkan oleh Dr. Theresia Monika yang mengembangkan terapi plasma konvalesen dalam upaya pengobatan pasien C-19. Menurut Monika, penciptaan sejarah yang positif harus didasari dengan hati yang bersih. Dokter yang sudah bekerjasama dengan puluhan Rumah Sakit di Nusantara dalam rangka penerapan terapi plasma ini, mengatakan bahwa mencintai bangsa ini, harus dijiwai dalam setiap tarikan nafas yang dihembuskan. Monika berharap bahwa bangsa indonesia harus mampu menjadi leader dan promotor dalam riset dan inovasi.

Dan syarat untuk mewujudkan itu adalah karakter. Karakter yang mewujud dalam kedisplinan dan dedikasi yang tinggi sebagaimana diungkapkan oleh I Kadek Suwisnawa Pridayana, Ketua Osis SMA Taruna Nusantara yang turut memberi pandangan dalam webinar ini.

Salah satu pegiat Medsos, Denny Siregar, turut hadir sebagai narasumber dalam kesempatan ini. Denny menyatakan dengan terbuka akan kebanggaannya terhadap 3 orang pemuda yang terbukti mencetak sejarah positif bagi bangsa. Yakni, M. Yamin, Soepomo dan Soekarno yang menginspirasi Pancasila sebagai ideologi bangsa yang utuh dan integral. Mereka adalah sosok yang mengikrarkan diri sebagai Indonesia.

Menurut Denny, sejarah bangsa Indonesia diiringi oleh konflik, drama dan air mata. Sosok yang sudah menerima hampir 70 an somasi karena cuitannya di Medsos ini mengatakan bahwa kegelisahan yang membuat dia tidak bisa tenang adalah aliran yang mengatasnamakan agama yang berpotensi merusak tatanan yang ada.

Bagi Denny, Indonesia adalah negara ajaib, yang memiliki 700-an suku dengan 1000-an bahasa. Bonus demografi dan budaya ini menjadi kekuatan yang tidak tertandingi dibanding dengan potensi yang dimiliki oleh negara-negara lain di dunia. Terkesan selalu membela Jokowi dalam cuitannya di medsos, Denny dianggap sebagai buzzer rupiah. Justru sebaliknya, Denny mengatakan bahwa sikapnya berdasar pada kecintaannya akan NKRI, dan ketidakinginannya akan situasi konflik yang terjadi di timur tengah yang berpotensi terjadi di negara kita.

Sementara itu, seorang tokoh Muda yang terbukti mencipta sejarah positif bagi bangsa adalah Mardani Maming, Ketua HIPMI, Kader TMP dan Bupati termuda dua periode di Indonesia ini mengatakan bahwa Pemuda adalah anugerah terbesar. Menjadi pertanyaan, bagaimana pemuda-pemuda indonesia ini dibentuk dan dipersiapkan menjadi pemimpin. Apakah ada regulasi khusus yang memungkinkan pemuda mendapat akses untuk memimpin di negara ini. PDI Perjuangan sudah terbukti melakukan hal tersebut dengan selalu mengedepankan peran pemuda dalam setiap kegiatannya politiknya, baik diranah eksekutif maupun legislatif, kata Pemuda yang memiliki motto “Jemputlah mimpimu selagi Muda”.

Sebagai narasumber terakhir, Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah cukup banyak mendapat perhatian peserta dalam webinar ini. Sosok pendiam dan rendah hati dengan segudang prestasi ini, mengatakan bahwa tahapan penciptaan sejarah yang positif harus seirama dengan pikiran, perkataan dan tindakan. Kita ketahui bahwa Ganjar Pranowo telah menggondol sekitar 40 penghargaan di tingkat nasional, karena konsistensinya dalam membangun dan menerapkan semangat Pancasila dibawah kepemimpinannya sebagai kepala daerah. Diantaranya sebagai Provinsi terbaik se-Indonesia dalam pengentasan kemiskinan. Hal yang tidak kalah menarik perhatian publik atas kebijakannya adalah pembuatan pakta integritas dan komitmen cinta ASN dan birokarasi untuk bebas dari ideologi radikalisme yang tidak sehaluan dengan semangat Pancasila.

Sosok yang digadang-gadang sebagai NEXT PRESIDEN 2024 ini, sudah teruji memberi coretan sejarang positif akan kesetiaannya pada Merah Putih dan NKRI yang berasas pada UUD 1945 dan Pancasila. Ganjar mengatakan bahwa pemuda tidak hanya sebatas mencipta sejarah, tetapi harus mengisi sejarah secara benar dan berkeadaban. Sebagai eksekutif yang terkenal memanfaatkan media komunikasi sosial dan publik dalam mensosialisasikan program dan kinerjanya, Ganjar berharap para pemuda harus hadir sebagai garda terdepan dalam hal penguasaan IPTEK dan Inovasi. Riset dan iptek adalah jendela untuk melihat dunia. Maka, kolaborasi dan networking yang berkesinambungan menjadi prioritas untuk membangun energi positif dalam menciptakan sejarah yang benar.

“Jas Merah”, jangan meninggalkan sejarah. Sejarah masalah lalu adalah dasar dan arah yang membuat tatanan NKRI seperti saat ini. Dari sejarah kita belajar bagaimana bisa survive dan memberi manfaat bagi dinamika pembangunan. “rekrutlah dan jadikanlah anak muda sebagai gladiator yang siap berkompetisi di tingkat nasional dan internasional. Jadikan Pancasila sebagai landasan dan tatanan dunia baru”, jelas Maruarar Sirait.

Diakhir webinar, Maruarar kembali menegaskan bahwa hanya mereka yang menghormati sejarah yang mampu membuat sejarah. Penciptaan suasana politik yang berkeadaban dan waras menjadi agenda yang urgen untuk dipahami dan dilaksanakan oleh anak muda. Taruna Merah Putih sebagai Pewaris semangat Bung Karno, harus mampu untuk menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembentukan sejarah bangsa Indonesia ini kedepan.

“Bulan Juni, Bulan Bung Karno, menjadi batu loncatan dan refleksi sejarah yang layak dinisankan di hati dan tindakan. Bung Karno pernah berkata, berilah aku 10 Pemuda, dan aku akan menggoncangkan dunia”, tegas Maruarar. Taruna Merah Putih adalah aset bangsa yang bertindak sebagai pelopor pembentukan sejarah positif dan Pancasila adalah Rumah Kita. MERDEKA!!!

Editor: Admin 1

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB