Surabaya NAWACITAPOST – Perhelatan Pilwali Surabaya sudah menunggu hitungan bulan, namun kandidat yang memiliki kans tiket bertarung, masih cair. Beberapa nama mulai tenggelam, namun nama lainnya masih terlihat bertahan. Salah satu yang masih bertahan adalah Lia Istifhama.
Aktivis NU millenial ini memang dikenal sebagai figur memiliki jaringan relawan yang sangat loyal. Meski beberapa kali dicibir sebagai kandidat mbonek (bondho nekat), tapi kenyataannya, Ning Lia masih bertahan dalam bursa pilwali. Bahkan, Benteng Lia (Barisan Penguatan Neng Lia) yang dikomando Gus Yusuf Hidayat, setelah membentuk tim 9 Kiai yang diketuai KH Abdul Mutholib (Rungkut), kini telah membuka posko pemenangan. Bertempat di Wonocolo gang tiga, posko tersebut dihandle oleh salah satu relawan, yaitu Cak Rosidi.
Baca juga : Usai Temu Kiai, Ning Lia dan Fattah Jasin Ziarah ke Makam Sunan Ampel
"Ini merupakan aspirasi teman-teman. Sejak dulu sekali, bahkan sebelum deklarasi 38 relawan, mereka ingin membentuk posko di tiap kecamatan dan ada yang kelurahan. Namun ning Lia tidak memberikan arahan atas itu karena beliau tidak mau membebani relawan. Beliau bilang, sudah kawan-kawan gak usah kerepotan, njenengan semua sudah banyak bantu. Biar urusan posko cukup dihandle tim benteng saja. Maka itu, kami pun mengambil alih agar posko berpusat disini saja. Seperti harapan ning Lia agar tidak jadi beban relawan yang dinilainya sangat mati-matian mendukung pilwali ini", ujar Rosidi.
Rosidi menambahkan "Yang pasti Siapapun Kandidatnya, kalau berpasangan 'Ning Lia' (Lia Istifhama) pasti menang di Surabaya, ujarnya saat pembukaan posko Benteng Lia di Wonocolo III, Surabaya. (Minggu, 09/02/2020).
Baca juga : Hadiri Rapimcab PPP, Ning Lia : Tetap Ikhtiar dan Tawakkal
Menjelaskan alasan pemilihan lokasi, Lia Istifhama mengatakankan "Kita mengambil posisi di tengah pemukiman padat karena kami ingin menjadi bagiab dari masyarakat Surabaya pada umumny, yaitu yang mayoritas tinggal di pemukiman seperti ini. Ada nuansa kesederhanaan, kebersamaan dan guyub rukun. Saya sendiri juga bersyukur terlahir dan tinggal di Jemur wonosari. Karena nuansa merasakan sebagai rakyat seperti pada umumnya, sangat terasa", jelas ibu dua anak yang akan menginjak usia 36 tahun ini.
Putri tokoh gaek PPP, KH Masykur Hasyim ini juga menjelaskan harapannya pada relawan.
"Maturnuwun ya semuanya. Saya berharap, berdoa semoga kita semua terus tersambung dalam silaturahmi. Itu yang penting. Urusan pilwali, saya prinsipnya "otak", yaitu optimis dan tawakkal" tandasnya di tengah ratusan relawan yang hadir pada Minggu malam (9 Februari 2020).
Baca juga : Musyafa Noer Usulkan Lia Istifhama Jadi Wakil Machfud Arifin
Acara yang berlangsung guyub tersebut, diawali dengan pembacaan doa oleh kakak ipar Lia, yaitu Gus Ahmad Sahal Basyaiban, dan ditutup dengan pemaparan para koordinator para relawan, seperti Sudarmanto, H. Abdur Rahman, H.Husen, Sri Haryati, H. Subhan Effendy, Agung, dan sebagainya.
Barisan relawan yang hadir dalam kesempatan tersebut barisan gus dan santri bersatu (BAGUSS), RR 77, Almatura, Sahabat KIP, Surabaya Berlian, Surabaya Ceria, Relasan Saksi Nol Rupiah, Surabaya Mulia Sejahtera, Sahabat ceria, dan Opsi for Ning Lia. (*)