Kamis, 4 Juni 2026

Novel Bamukmin: Kami Bukan lagi “Kampret”

Photo Author
Admin 1, Nawacita Post
- Sabtu, 13 Juli 2019 | 20:38 WIB
Jakarta, NAWACITA-Pertemuan hangat dan penuh persaudaran antara Jokowi dan Prabowo di Stasiun MRT Lebak Bulus Senayan, menuai beragam respon dari kalangan masyarakat. Ada yang sinis juga ada yang optimis. Tak terkecuali Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang akhirnya buka suara dan menentukan sikap setelah Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo bertemu serta sepakat mengakhiri istilah 'cebong' dan 'kampret'.

PA 212 menegaskan sudah tak lagi bersama Prabowo dan akan terus meneruskan perjuangan kami, seperti dilansir dari detikcom.

"Secara pribadi, istilah 'sepakat akhiri cebong dan kampret' itu istilah buat Prabowo sendiri, kami bukan bagian dari apa yang Prabowo atau Jokowi sebut, karena buat kami, perjalanan perjuangan ini harus berlanjut," kata juru bicara PA 212 Novel Bamukmin kepada wartawan, Sabtu (13/7/2019).

"PA 212 sudah kembali kepada khitoh semula, yaitu sudah tidak lagi bersama partai manapun, juga Prabowo atau BPN (Badan Pemenangan Nasional)," imbuhnya.

Meskipun begitu, Novel mengatakan PA 212 masih akan terus berjuang untuk melawan kecurangan. Dia juga mengungkit kematian 500-an petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). “Kami tidak bisa toleransi terhadap kecurangan, bahkan sampai korban nyawa, baik tragedi berdarah 21-22 Mei 2019.

Editor: Admin 1

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB