Kamis, 4 Juni 2026

Prof Dadan Menilai Adian Napitupulu, Sangat Bagus Jadi Menteri

Photo Author
Martin, Nawacita Post
- Minggu, 7 Juli 2019 | 08:30 WIB
Jakarta, NAWACITA- Guru Besar Universitas Trisakti  Prof Dadan Umar Daihani menilai politikus PDI Perjuangan Adian Napitupulu sangat kredibel untuk menjadi menteri pada kabinet Joko Widodo - Ma’ruf Amin. Tenaga profesional di Lemhanas itu mengatakan, Adian bisa mewakili para aktivis 1998 dalam pemerintahan mendatang.

Prof Dadan Umar Daihani mengatakan sosok kepemimpinan Adian Napitupulu sangat bagus. Belasan tahun menjadi aktivis membentuk dirinya untuk secara cepat dan berani mengeksekusi keputusan dan lima tahun menjadi anggota DPR mematangkannya secara politik.

Dadan juga  menceritakan keunikan gerakan mahasiswa 1998 dibanding angkatan lain yang pernah mengemuka di Indonesia. Menurutnya, ada kepemimpinan yang kolegial dalam aktivis mahasiswa 1998.

Dadan menilai Adian sebagai sosok yang cukup konsisten. Menurutnya, legislator PDIP itu masih bergerak mendorong para aktivis.

“Adian mampu memotivasi kawan-kawannya untuk konsisten dan bergerak. Kemudian teman-teman melihat, oke deh kita dorong Adian jadi lokomotif 98, tetapi tentu saja kepemimpinan tetap kolegial bersama teman-temannya," ucap Dadan. Sabtu (6/7).

Selain itu, kata Dadan, kelebihan Adian adalah mampu menyederhanakan narasi politik. Karena itu Adian bisa memberikan penjelasan tentang gejala-gejala politik agar dimengerti banyak orang.

“Kelebihannya, mampu menerjemahkan kerumitan menjadi sebuah narasi sederhana,” ulas Dadan.

Yang juga menjadi nilai plus Adian adalah konsistensinya menyuarakan kepentingan rakyat dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR. Salah satu indikasinya adalah konsistensi Adian sebagai wakil rakyat yang menolak setiap tawaran kunjungan kerja ke luar negeri.

“Mungkin Adian satu satunya dari 560 anggota DPR yang tetap konsisten tidak mengambil kesempatan itu (kunjungan kerja ke luar negeri, red). Sikap Adian itu, menurut saya mewakili pemikiran banyak rakyat Indonesia termasuk saya, yang melihat bahwa sebenarnya kunker itu kan intinya bagaimana memanfaatkan uang rakyat dengan baik dengan memilih urgensi dan prioritas yang bisa di pertanggung jawabkan pada tahun," katanya.

Dadan juga menyebut Adian sebagai figur yang menghargai pertemanan. Sebagai buktinya adalah keputusan Adian menolak tawaran beasiswa sampai S3 dari salah seorang guru besar North Western University pada 2000 lalu.

Alasan Adian saat itu sangat sederhana, yakni tidak mau meninggalkan kawan-kawannya yang masih berjuang di jalanan. "Sedikit orang di dunia ini yang berani menolak kesempatan untuk dirinya," pungkas Dadan Daihani

 

Editor: Martin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB