Jakarta,NAWACITA-Usai ‘disodorkan’ teman-temannya agar bisa jadi menteri, Adian Napitupulu mengaku akan menolak jika tunjuk jadi menteri oleh Presiden Joko Widodo. Menurutnya, menjabat sebagai menteri akan sangat menguras tenaga."Enggak kuat. Saya enggak kuat jadi Menteri kalau presidennya Jokowi, capeknya ampun bos," kata Adian usai halal-bihalal aktivis 98 bersama Presiden Jokowi di Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Minggu (16/6/2019).
Caleg PDIP yang kembali lolos ke kursi DPR RI itu menuturkan, penolakan itu bukan berarti tidak menghargai permintaan Jokowi sebagai presiden, namun lebih ke pertimbangan kesehatan. Dirinya mengaku punya riwayat penyakit jantung dan sudah pasang ring.Kondisi ini membuatnya tidak boleh terlalu capai.
Adian sendiri bukan wajah baru di dunia perpolitikan Indonesia.Lelaki bernama lengkap Adian Yunus Yusak Napitupulu ini lahir di Manado, 9 Januari 1971. Hingga kini Adian masih tercatat sebagai anggota DPR dari PDIP mewakili daerah pemilihan Jawa Barat V (Kabupaten Bogor) sejak tahun 2014. Ia juga merupakan anggota Komisi VII DPR yang memiliki ruang lingkup tugas di bidang energi, riset dan teknologi, serta lingkungan hidup.
Adian merupakan anak dari pasangan Ishak Parluhutan Napitupulu dan Soeparti Esther. Ayahnya merupakan seorang pegawai negeri sipil di Kejaksaan Republik Indonesia. Ishak pernah menjadi Kepala Kejaksaan Negeri di sejumlah kota, di antaranya di di Kotamobagu, Barabai, dan Kupang.
Kala itu, Adian kecil ikut orang tuanya yang selalu berpindah tugas ke beberapa kota tersebut. Ayahnya wafat pada tahun 1981 ketika ia bekerja di Kejaksaan Agung di Jakarta. Adian menyelesaikan sekolah dasarnya di SDN 01 Ciganjur, Jakarta dari tahun 1979 sampai 1985.
Sekolah menengah pertama di SMP Negeri 166 Jakarta dari 1985 hingga 1988, dan terakhir bersekolah di SMA Negeri 55 Jakarta dan tamat pada tahun 1991. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya di Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia pada tahun 1991. Lantaran berbagai macam kegiatan di dunia pergerakan, ia baru dapat menyelesaikan studi S1-nya pada tahun 2007.
Editor: Martin
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Rabu, 3 Juni 2026 | 11:32 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 13:41 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 11:42 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 23:44 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 00:07 WIB
Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB
Kamis, 21 Mei 2026 | 18:48 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 16:07 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 09:31 WIB
Senin, 18 Mei 2026 | 14:41 WIB
Minggu, 17 Mei 2026 | 15:44 WIB
Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:45 WIB
Jumat, 15 Mei 2026 | 20:30 WIB
Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB
Sabtu, 9 Mei 2026 | 13:36 WIB
Minggu, 3 Mei 2026 | 17:55 WIB
Selasa, 21 April 2026 | 21:19 WIB
Minggu, 19 April 2026 | 21:56 WIB
Jumat, 3 April 2026 | 23:29 WIB
Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:23 WIB