Kamis, 4 Juni 2026

Prabowo Lebih Percaya pada Media Asing, TKN: Katanya Anti Asing?

Photo Author
Tim Redaksi, Nawacita Post
- Rabu, 8 Mei 2019 | 16:16 WIB
Jakarta NAWACITA - Sikap capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mengundang para awak media asing dan mengungkapkan persoalan Pemuliu 2019 di Indonesia, menjadi pertanyaan sejumlah pihak.

Diketahui pertemuan Prabowo Subianto dengan pihak asing dilakukan di kediamannya di Jalan Kartanegara IV, Jakarta, Senin (6/5) malam. Dalam pertemuan itu, Prabowo Subianto menuding banyak kecurangan pemilu di Indonesia.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi yang menilai Prabowo Subianto sudah tidak mempercayai institusi nasional dan lebih mengutamakan pihak asing. Mantan Danjen Kopassus ini justru 'curhat' kepada perwakilan kedutaan besar negara sahabat dan wartawan media asing.

Terlebih, kata Ari, Prabowo melarang wartawan nasional untuk turut meliput.

"Lucunya wartawan nasional yang punya hak atas akses informasi yang sama justru dilarang meliput. Sudah menuding KPU yang tidak-todak, sekarang wartawan nasional pun dilarang meliput," kata Ari Junaedi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/5/2019) seperti dikutip dari Kompas.com.

Ari Junaedi juga menyatakan, Prabowo Subianto sepertinya sudah tak mempercayai lembaga nasional dan justru lebih percaya pihak asing untuk menyelesaikan masalah di dalam negeri.

"Ini kan seperti sudah tidak percaya institusi nasional, dan lebih percaya asing dalam menyelesaikan persoalan dalam negeri," tambahnya.

Senada dengan Ari, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin pun heran dan menilai, Prabowo terkesan tidak memercayai media nasional.

"Kan katanya anti-asing, kok sekarang bicaranya dengan pihak asing? Memang nggak percaya sama teman-teman media nasional?" kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani, kepada wartawan, Rabu (8/5/2019).

Arsul meminta kubu Prabowo-Sandiaga Uno agar menunggu rekapitulasi suara yang akan ditetapkan KPU 22 Mei mendatang. Hal ini mengingat saat ini proses penghitungan suara Pemilu 2019 belum selesai.

"Ini proses penghitungan suara itu belum selesai. Kan proses penghitungan suara rekap yang akan dipakai untuk menentukan siapa yang menang, siapa dapat kursi, itu kan rekap manual bukan situng," jelas Sekjen PPP ini.

Editor: Tim Redaksi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB