Minggu, 28 Juni 2026

Prabowo: Media Kerjanya Bohongi Rakyat Indonesia

Photo Author
Tim Redaksi, Nawacita Post
- Rabu, 3 April 2019 | 14:55 WIB
Padang NAWACITA – Saat berkampanye terbuka di Padang Sumatera Barat kembali Prabowo Subianto berorasi mengkritik media.

Dalam orasinya di Danau Cimpago, Kawasan Pantai Padang, capres nomor urut 02 itu menyatakan banyak media yang membohongi rakyat.

"Kalian bawa kamera ngeliput nggak? Itu rakyat ambil juga atau jadi etok-etok? Banyak media di Jakarta tidak jelas kerjanya. Kerjanya membohongi rakyat Indonesia," kata Prabowo saat kampanye akbar, Selasa (2/4).

"Eh Saudara-saudara. Oke ya, begini mereka itu, mereka mengira hidup di zaman dahulu rakyat Indonesia bisa ditakuti. Kepala desa dipanggil, bupati dipanggil, diancam-ancam. Mereka tidak mengerti kekuasaan ada di tangan rakyat?" lanjutnya.

Selain mengkritik media, Prabowo menyinggung sejumlah pihak yang memfitnah dirinya akan melarang tahlilan dan mendirikan khilafah.

"Yang menuduh Prabowo akan melarang tahlilan. Prabowo inikhilafah, yang menuduh saya khilafah dia yang sebetulnya khilafah. Jangan suka memecah belah, Islam kita itu Islam yang damai, Islam yang rukun. Kita (hidup) saling menghormati. Kita selalu ingin Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi satu. Satu tujuan, tapi jangan bohong," ungkap Prabowo.

Ini bukan pertama kali Prabowo melempar kritik terhadap media. Pada Desember 2018, dia mengkritik media terkait pemberitaan acara Reuni 212 di Monas. Hal tersebut disampaikan Prabowo Subianto saat menghadiri peringatan Hari Disabilitas Internasional di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu (5/12/2018).

"Kita dipandang dengan sebelah mata, kita nggak dianggap, karena dibilang kita nggak punya duit. Mereka sudah tutup semua. Buktinya, hampir semua media tidak mau meliput 11 juta lebih orang yang berkumpul, belum pernah terjadi di dunia. Saya kira ini kejadian pertama ada manusia kumpul sebanyak itu tanpa dibiayai oleh siapa pun, mereka dibiayai oleh dirinya sendiri dan rekannya sendiri dan mereka yang mau bantu rakyat sekitarnya. Saya kira belum pernah terjadi," ucap Prabowo.

"Tapi hebatnya, media-media yang kondang, media dengan nama besar, media yang mengatakan dirinya objektif, bertanggung jawab untuk membela demokrasi, padahal justru mereka ikut bertanggung jawab, mereka bagian dari usaha manipulasi demokrasi," sambungnya.

Editor: Tim Redaksi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini