Kamis, 4 Juni 2026

Viral Video Emak-emak di Makassar Sebarkan Hoaks Penghapusan Pelajaran Agama

Photo Author
Tim Redaksi, Nawacita Post
- Rabu, 6 Maret 2019 | 15:02 WIB

  • Berpakaian dengan Logo Mirip PKS


Jakarta NAWACITA - Pemerintah membantah beredarnya isu penghapusan pelajaran agama di sekolah. Justru saat ini pendidikan agama sedang ditingkatkan kualitasnya dan diatur secara resmi.

Isu dihapusnya pelajaran agama ini ditiupkan lagi setelah viralnya video emak-emak berpakaian dengan logo PKS kampanye door to door di Makassar, Sulawesi Selatan.

Di video yang beredar di media sosial tersebut, tampak seorang ibu yang mengenakan hijab dan baju berwarna jingga terekam sedang berada di rumah warga. Pada bagian lengannya tampak rangkaian logo berupa dua bulan sabit dan kapas dengan dasar kain hitam, mirip logo PKS.

Didalam video tersebut terlihat seorang ibu mengajak tidak memilih pasangan nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf pada pemilihan presiden mendatang. Karena menurut si ibu dalam video, kalau Jokowi terpilih akan menghapuskan pelajaran agama di sekolah

"Walau kita yang tidak menikmati, periode 5 tahun, 10 tahun yang akan datang ini, apakah kita mau pelajaran agama dihapuskan oleh Jokowi bersama ininya, menteri-menterinya? Itu kan salah satu program mereka," ujar sang emak-emak tersebut.

Tak hanya itu, program Jokowi juga dibahasnya. Selain menghapus pendidikan agama dari sekolah-sekolah, ia menyebut Jokowi akan menjadikan pesantren sebagai sekolah umum.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengaku belum mengetahui isi video tersebut dan belum mau berkomentar soal itu.

"Kami belum tahu ada video itu. Nanti kita coba liat dulu," kata Mardani, dikutip CNNIndonesia.com, Kamis (6/3).
Menanggapi video viral itu, Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin menegaskan bahwa tidak mungkin menghapuskan pendidikan agama dari kurikulum sekolah.

"Di negara sekuler seperti Inggris dan sejumlah negara Eropa Barat, bahkan pelajaran agama wajib di sekolah, baik di sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah (public schools) apalagi di sekolah yang diselenggarakan oleh gereja (faith based schools)," tuturnya, dikutip dari situs kemenag.go.id, Selasa (5/3).

"Apalagi di Indonesia, negara bangsa yang dikenal sangat religius, mustahil pelajaran agama dianggap tidak penting, dan akan dihilangkan," lanjutnya.

Pihaknya justru terus berupaya meningkatkan akses dan mutu pendidikan agama. Misalnya, pengembangan Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) di berbagai provinsi.

"Saya justru optimis, pendidikan agama ke depan di Indonesia akan semakin kuat dan berkualitas," ucap dia.

Tak hanya itu, Kamaruddin juga menyebut pemerintah makin mengembangkan pendidikan pesantren.

"Pesantren salafiyah dan ma'had aly [perguruan tinggi di pesantren] juga kita rekognisi dalam bentuk penyetaraan atau muadalah. Pemerintah juga siapkan RUU Pesantren untuk memberikan afirmasi dan rekognisi bahkan fasilitasi pada tradisi dan kekhasan keilmuan di pesantren," ia menambahkan.

Editor: Tim Redaksi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB