Jakarta NAWACITA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara Pemilu dan Pemilihan Presiden telah mempersiapkan pelaksanaan Debat Capres Kedua yang akan digelar nanti malam, Minggu (17/2).
Debat capres kali ini hanya akan diikuti kedua capres, yakni Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto. Debat dilaksanakan di Hotel The Sultan, Jakarta Pusat.
Tommy Tjokro dan Anisha Dasuki ditunjuk menjadi moderator.
Pantauan media, sejak pagi, panitia mulai mengecek kesiapan acara di hotel kawasan Senayan tersebut. Tampak panggung dan dekorasi ruangan sudah siap. Terlihat nuansa putih dan hitam mendominasi panggung. Panggung dibuat tidak tinggi, hanya ada dua undakan anak tangga.
Di atas panggung ada tiga meja. Dua meja kecil dengan satu kursi dan satu meja dengan dua kursi. Meja kecil itu hanya seukuran kursi, dikhususkan untuk capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto.
Meja untuk capres berupa kotak berbentuk pilar. Seperti biasa meja itu tanpa laci, sehingga Capres hanya bisa meletakkan kertas di atas meja dari kayu tersebut.
Sementara itu, ada meja cukup besar dengan dua kursi. Meja itu akan digunakan oleh moderator debat, yang posisinya berhadap-hadapan dengan meja capres.
Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengungkapkan, pihaknya menyediakan sebanyak 600 kursi undangan di dalam ruangan. Jumlah tersebut dibagi tiga area. Area depan panggung sebelah kiri dan kanan masing-masing 150 kursi, sedangkan area tengah 300 kursi.
Sementara untuk masyarakat umum bisa menyaksikan debat di sekitar kawasan Senayan.
"Ada lokasi untuk masyarakat menonton debat, disediakan layar besar," kata Wahyu.
Debat kedua Pilpres 2019 bertema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup, berisikan enam segmen. Segmen pertama para calon presiden akan memaparkan visi misi mereka seperti debat perdana.
Lanjut ke segmen kedua dan ketiga, diisi oleh pertanyaan yang dihimpun dari tujuh panelis berlatar belakang sesuai tema. Pertanyaan terpilih akan ditanya oleh moderator.
Masuk ke segmen keempat, berformat debat eksploratif (tarung bebas) dengan pemantik diskusi berupa tayangan video singkat yang disiapkan tim panelis. KPU sudah membuat video dari masing-masing tema, namun hanya satu video yang akan ditampilkan.
Wahyu menjelaskan, KPU merubah format tempat duduk untuk para audiens yang akan hadir.
"Debat kedua format panggung kita perbaiki, dibelakang kandidat tidak ada audien sehingga tidak ada riuh rendah yang ada dibelakang kandidat," ungkap Wahyu.
Hal ini lantaran adanya keluhan dari berbagai pihak karena pada debat pertama 17 Januari 2019 lalu, para audiens di belakang Pasangan Calon (Paslon) dinilai mengganggu, terutama pemirsa televisi dan warganet yang menonton melalui streaming.
"Jadi dalam tata panggung itu kemarin ada masukan dari berbagai komponen masyarakat, audien di belakang kandidat itu mengganggu pemirsa TV dan warga net dalam menonton," ujarnya.
Editor: Tim Redaksi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Minggu, 14 Juni 2026 | 17:27 WIB
Minggu, 14 Juni 2026 | 17:11 WIB
Jumat, 12 Juni 2026 | 15:56 WIB
Rabu, 10 Juni 2026 | 11:31 WIB
Senin, 8 Juni 2026 | 09:39 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 11:32 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 13:41 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 11:42 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 23:44 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 00:07 WIB
Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB
Kamis, 21 Mei 2026 | 18:48 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 16:07 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 09:31 WIB
Senin, 18 Mei 2026 | 14:41 WIB
Minggu, 17 Mei 2026 | 15:44 WIB
Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:45 WIB
Jumat, 15 Mei 2026 | 20:30 WIB
Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB
Sabtu, 9 Mei 2026 | 13:36 WIB