"Kegiatan ini adalah ekspresi cinta kepada tanah air. Kita ingin donor darah menjadi tradisi yang positif, bukan hanya ketika Bulan Bung Karno. Kalau bisa, tahun depan kita gelar dua kali, bahkan tiga kali setahun," kata Yordan.
Baca Juga: Satgas PDIP Surabaya gelar Konsolidasi Amankan Kebijakan Partai
Ia menjelaskan, pendaftaran dilakukan secara digital beberapa hari sebelum acara, dan dalam waktu singkat kuota penuh. Strategi penyebaran informasi menggunakan media sosial dan jejaring kader dinilai efektif menjangkau khalayak luas.
"Masyarakat ternyata sangat merespons. Ini menunjukkan bahwa kerja-kerja kerakyatan seperti ini memang dinanti. Apalagi di tengah kebutuhan pasokan darah yang selalu tinggi di PMI," ungkapnya.
Yordan menyebut kegiatan ini juga menjadi momen untuk menguatkan konsolidasi kader dalam kerangka yang lebih humanis.
"Kami ingin kader PDIP tidak hanya tampil di panggung politik, tetapi juga hadir saat masyarakat membutuhkan," ujarnya tegas.
Dengan kesuksesan kegiatan donor darah ini, DPC PDIP Surabaya berniat menjadikannya sebagai program rutin. Tak hanya untuk mengenang Bung Karno, tetapi sebagai gerakan sosial berkelanjutan.
"Satu tetes darah bisa menyelamatkan nyawa. Itulah semangat gotong royong dan kemanusiaan yang harus terus kita rawat," pungkas Yordan. ***