NAWACITAPOST.COM — Dalam rangka memperingati Hari Kartini, PDIP Kota Surabaya menggelar lomba memasak Resep Mustika Rasa dan olahan makanan pendamping beras di Kelurahan Kebraon, Kecamatan Karangpilang, Minggu (27/4/2025) pagi. Kegiatan ini menggandeng Komunitas Juang Srikandi untuk menghidupkan semangat ketahanan pangan dan cinta kuliner Nusantara.
Suasana penuh semangat terpancar dari ibu-ibu yang mengenakan kebaya, seraya meracik Kue Gelombang Samudra dan Cendol Jagung untuk dibagikan kepada warga sekitar. Kedua kudapan tersebut menggunakan bahan lokal seperti singkong dan jagung sebagai alternatif pangan yang bergizi.
Indah Kastowo, perwakilan Komunitas Juang Srikandi PDIP Surabaya, menjelaskan bahwa Kue Gelombang Samudra dan Cendol Jagung merupakan inovasi makanan berbahan dasar pendamping beras yang bergizi dan lezat.
“Bahan baku Kue Gelombang Samudra berasal dari singkong, potongan nangka, kelapa, dan gula merah. Selain terjangkau, kandungan gizinya ada dan tentu rendah risiko diabetes,” kata Indah.
Baca Juga: Akar Rumput PDIP Surabaya Rapatkan Barisan untuk Megawati
Ia juga mengajak para ibu rumah tangga untuk aktif menciptakan makanan bergizi dengan biaya terjangkau, seraya menjaga kekayaan kuliner khas Nusantara.
"Resep Mustika Rasa, warisan Bung Karno, menyediakan lebih dari 1.600 resep yang dapat diolah menjadi makanan sehat dan membanggakan," tambah Indah.
Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Achmad Hidayat, menyampaikan bahwa lomba ini merupakan tindak lanjut dari arahan Ketua DPC PDIP Surabaya, Adi Sutarwijono, menindaklanjuti Instruksi DPP PDIP Nomor 7346/IN/DPP/IV/2025.
“Kenapa dipilih Kue Gelombang Samudra? Selain bergizi dan terjangkau, kue ini berasal dari pendamping beras dan membawa pesan semangat Bung Karno yang lebih menyukai Gelombang Samudra yang menggebu-gebu daripada sawah yang adem ayem tentrem. Semangat perjuangan terus kita kobarkan,” ujar Achmad Hidayat.
Baca Juga: Surabaya Raih WTP Ke-13 Kali, Ketua DPRD: Selamat, Pelecut Kinerja Pemerintahan
Achmad juga menegaskan bahwa PDIP Surabaya berkomitmen membumikan gagasan Bung Karno dan Ibu Megawati Soekarnoputri, termasuk dalam aspek ketahanan pangan berbasis kearifan lokal.
“Bangsa ini besar. Ibu Megawati Soekarnoputri mengajari kita bahwa berpolitik bukan hanya tentang kekuasaan, tetapi juga tentang menggerakkan rakyat menuju kedaulatan pangan melalui makanan pendamping beras dan resep khas Nusantara,” imbuhnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang memasak, melainkan juga wujud nyata perjuangan membangun ketahanan pangan rakyat Indonesia melalui jalan budaya dan tradisi. ***