NAWACITAPOST.COM - Dalam suasana politik yang kian memanas antar kandidat, terutama para calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, terdapat dua tokoh yang mencuat, yaitu Bride Suryanusa, IR.MM.MT, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi dengan nomor urut 1, dan Daud Jordan, juara tinju asal Kalimantan Barat dengan nomor urut 4.
Perlu ditekankan bahwa keduanya bukan saja calon yang berasal dari partai politik berbeda, tetapi juga memiliki latar belakang dan basis dukungan yang berbeda pula. Namun, dalam sebuah pertemuan yang menarik, Daud Jordan memutuskan untuk mengunjungi Bride Suryanusa, yang notabene adalah mantan pembina Daud Jordan di dunia tinju saat ia masih berada di level amatir sebagai ketua PERTINA Kalimantan Barat.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Tim Milenial/Generasi Z Bride yang dipimpin oleh Endro, mantan ketua PMKRI kota Pontianak, dan juga ketua tim Sahabat Bride, yakni Habib Syarif Yusmayudi bin Yahya. Daud Jordan datang bersama tim dan Lembaga Ormas (LO).
Dalam kesempatan tersebut, keduanya tampaknya menemui titik temu yang positif dan membangun. Meskipun berasal dari kubu yang berbeda, mereka sepakat bahwa persaingan adalah hal yang wajar dalam dunia politik. Namun, lebih dari itu, mereka juga mengingatkan bahwa dalam bertanding, penting untuk tetap menjaga rasa persaudaraan dan persatuan.
Dalam suasana politik yang seringkali dipenuhi gejolak, Bride Suryanusa dan Daud Jordan menyampaikan pesan yang sangat relevan. Mereka berharap agar semua calon DPD RI dan caleg lainnya dapat bertanding dengan sportivitas dan fair play. Pesan ini menjadi penting, terutama mengingat keduanya memiliki pengalaman yang cukup beragam, dari dunia tinju hingga kepemimpinan di sektor publik.
Tak hanya itu, keduanya juga menyampaikan pesan khusus kepada kaum generasi Z untuk belajar dari pengalaman mereka dalam berpolitik. Pesan ini mencerminkan upaya untuk membentuk generasi penerus yang mampu membawa perubahan positif dalam dinamika politik tanah air.
Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan dapat menjadi contoh bagi kandidat lainnya untuk menjalin komunikasi yang baik, meskipun berasal dari kubu yang berbeda. Semoga semangat persaudaraan dan persatuan yang mereka tekankan dapat menjadi cahaya di tengah-tengah gejolak politik yang kerap menghadang.