pendidikan

Viral SD di NTT Ini Dapat Bantuan TV Layar Sentuh Meski Gedung Lapuk dan Tanpa Listrik

Selasa, 8 September 2026 | 15:10 WIB
Viral SD di NTT mendapat bantuan TV layar sentuh, meski listrik belum masuk desa dan kondisi bangunan sekolah yang butuh renovasi. (Instagram.com/@alwijo)

NAWACITAPOST.COM — Jagat media sosial dihebohkan oleh unggahan video yang memperlihatkan kontrasnya bantuan pendidikan di daerah terpencil.
 
Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mboeng, yang berlokasi di Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendadak menjadi sorotan publik usai menerima bantuan berupa televisi layar sentuh berukuran besar, di tengah kondisi fisik sekolah yang amat memprihatinkan dan belum terjangkau aliran listrik.

Fenomena tersebut mencuat setelah konten kreator Alwi Johan mengunggah rekaman kondisi SDN Mboeng melalui akun Instagram pribadinya, @alwijo, pada Minggu (6/9/2026). Dalam video tersebut, tampak sebuah perangkat pintar canggih berada di dalam ruang kelas berdinding bambu yang mulai lapuk dan beralaskan tanah.
 
Baca Juga: Sengketa Memanas Hingga Dugaan Penganiayaan, Komisi I DPRD Batam Sidak Kavling Bukit Ayu

“TV layar sentuh di sekolah yang hampir roboh,” tulis Alwi dalam video yang diunggah di akun Instagram @alwijo pada Minggu, 6 September 2026.

18 Tahun Tanpa Renovasi

Fasilitas bangunan di SDN Mboeng dinilai sangat tidak layak untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Sejak pertama kali didirikan belasan tahun lalu, bangunan sekolah tersebut belum pernah mendapatkan sentuhan perbaikan dari pemerintah daerah maupun instansi terkait.

“Bangunan sekolah ini sangat menyedihkan. Dindingnya terbuat dari bambu, lantainya dari tanah dan dindingnya sudah berlubang di segala sudut,” ujar Alwi dalam video tersebut.

Alwi menekankan bahwa kebutuhan mendesak bagi para siswa di sekolah tersebut bukanlah perangkat digital tingkat tinggi, melainkan pembenahan infrastruktur dasar.
 
Baca Juga: Geger Penemuan Mayat Bayi di Semarang, Sejoli Muda Mudi Ditangkap Polisi
 
“Sejak berdiri tahun 2008, SD ini enggak pernah direnovasi sama sekali. Memperbaiki ruang kelas adalah solusi permasalah ini,” lanjutnya.

Ironi Pasokan Listrik dan Kendala Operasional

Keberadaan TV layar sentuh tersebut kian menjadi perbincangan hangat lantaran desa setempat belum dialiri jaringan listrik PLN. Upaya pihak sekolah untuk memanfaatkan bantuan digital tersebut pun berujung sia-sia.

“Listrik belum masuk desa ini. Listrik belum ada, tapi TV sebesar ini sudah ada,” ungkapnya.

Para tenaga pengajar sempat berusaha mencari jalan keluar agar fasilitas modern tersebut dapat difungsikan, tetapi terbentang keterbatasan daya mesin generator.
 
Baca Juga: Lompati Jawa Barat, Kota Bekasi Menembus Posisi Enam Wilayah Terinovatif Se-Indonesia

“Guru udah mencoba menyalakan TV ini pakai generator diesel, tapi enggak mau nyala juga karena daya TV terlalu besar,” tambahnya.

Sorotan Tajam Warganet

Sontak, ketidaksesuaian antara bantuan yang disalurkan dan kebutuhan riil di lapangan ini memicu reaksi keras dari kalangan pengguna media sosial.
 
Berbagai tanggapan ironis hingga kritik tajam membanjiri kolom komentar unggahan Alwi. Kreator konten edukasi Jerome Polin turut menyematkan komentar singkat, “Puncak komedi.”

Sejumlah warganet memprotes skema prioritas penyaluran bantuan pendidikan yang dinilai tidak tepat sasaran. Akun @ayu*****a menuliskan, “Kalau listrik belum ada pun jadi enggak berguna ngirim TV, mending benerin sekolahnya dulu.”
 
Baca Juga: Wali Kota Bekasi Bakar Semangat Lansia, Dorong Tetap Aktif Berkarya dan Bahagia

Kekecewaan serupa diutarakan oleh akun @marv yang menyebut, “Listrik belum ada, TV jadinya pajangan aja.” Sementara itu, akun @mer****a menyoroti risiko kerusakan alat akibat kondisi bangunan yang tidak terlindung dari cuaca, “Bangunan dindingnya perlu renov, itu kalau hujan TV-nya kena air, sekolahnya tembus angin gitu.”

Kondisi serupa ternyata tidak hanya terjadi di SDN Mboeng. Seorang warganet dengan akun @f.s*****6, yang mengaku bekerja sebagai teknisi smart board, membagikan pengalaman sejenis saat bertugas di wilayah pedalaman.

“Ada satu sekolah di daerah saya ini yang kalau saya bilang pedalaman, sekolah itu lantainya juga masih tanah dan yang bikin saya kaget adalah listrik di sekolah tersebut sama seperti di video ini,” tulisnya.

Ia menambahkan keprihatinannya saat mendengarkan keluhan warga lokal.
 
Baca Juga: Erupsi Anak Krakatau: Harga Masker Melonjak Drastis hingga Sepuluh Kali Lipat
 
“Saya dengerin curhat orang yang nemenin saya masang smart board. Rasanya nyes banget bang di hati. Sekolahnya juga seng-nya udah ada sebagian yang bolong,” tuturnya lagi.

Hingga berita ini diterbitkan, video penampakan SDN Mboeng tersebut telah menyita perhatian luas dengan mencatatkan lebih dari 265 ribu tontonan/sukaan dan dihujani lebih dari 9.000 komentar.
 
Meski isu penyaluran fasilitas pendidikan yang tidak sinkron dengan kondisi lapangan ini tengah viral di masyarakat, belum ada tanggapan resmi dari dinas pendidikan maupun instansi pemerintah daerah setempat mengenai kebijakan bantuan tersebut.

Tags

Terkini