pemilu

Luluk dan Risma Kompak Soroti Potensi Kecurangan di Pilkada Jatim, Khofifah Serukan Soliditas TNI-Polri

Rabu, 25 September 2024 | 02:06 WIB

NAWACITAPOST.COM – Tiga kandidat Calon Gubernur Jawa Timur, yaitu petahana Khofifah Indar Parawansa, Luluk Nur Hamidah, dan Tri Rismaharini, kini tengah bersiap dalam menghadapi kontestasi Pilkada yang semakin dekat. Ketiganya, yang merupakan putri terbaik Jawa Timur, mengajak masyarakat untuk memastikan pelaksanaan pemilu yang jujur, adil, dan bebas dari kecurangan.

Calon Gubernur nomor urut 1, Luluk Nur Hamidah, dalam kesempatan pengundian dan penetapan nomor urut pada Senin (23/9/2024), menekankan pentingnya penyelenggaraan Pilkada yang bebas dari intervensi dan pelanggaran. Dia mengingatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan pihak terkait lainnya agar menjaga integritas pemilu.

"Kami berharap Pilkada di Jawa Timur bisa berlangsung dengan jujur, independen, tanpa adanya tekanan dari pihak manapun. Kami ingin Pilkada yang benar-benar berintegritas," ujar Luluk, yang diusung oleh PKB.

Baca Juga: Pilkada Kota Batu 2024: Nurochman-Heli nomor 1, Firhando-Rudi nomor 2, Krisdayanti-Kresna nomor 3

Luluk juga menambahkan bahwa dirinya berharap jajaran Bawaslu, mulai dari pusat hingga daerah, akan menjalankan tugas mereka dengan profesional sesuai dengan prinsip-prinsip penyelenggaraan pemilu yang baik.

Senada dengan Luluk, Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 3, Tri Rismaharini, menyuarakan hal serupa. Risma mengajak seluruh warga Jawa Timur untuk memastikan jalannya proses demokrasi yang bersih dan lancar tanpa gangguan apapun.

"Mari kita bersama-sama menjaga agar Pilkada ini berjalan dengan baik, tanpa kecurangan, sehingga manfaat dari proses demokrasi ini dapat dirasakan oleh semua warga Jawa Timur," ujar Risma yang diusung oleh PDIP, Partai Hanura, dan Partai Ummat.

Baca Juga: Undian Pilgub Jatim: Luluk-Lukman Nomor 1, Khofifah-Emil Dapat Nomor 2, Risma-Gus Hans di Nomor 3

Sementara itu, Calon Gubernur petahana, Khofifah Indar Parawansa, mengajak semua pihak termasuk KPU, Bawaslu, serta aparat keamanan seperti TNI dan Polri untuk menjaga soliditas dan kelancaran Pilkada. Khofifah mengapresiasi peran aparat yang telah membantu menjaga keamanan selama tahapan pendaftaran calon hingga proses berikutnya.

"Saya berharap TNI dan Polri yang telah membantu menjaga keamanan selama proses pendaftaran dapat terus solid dalam mengawal proses demokrasi ini. Semoga seluruh aparat kita diberi kekuatan dan kesehatan untuk menjalankan tugas mereka," ungkap Khofifah dalam acara yang sama.

Pengamat politik Yunarto Wijaya memberikan pandangannya terkait Pilkada Jawa Timur 2024, yang menurutnya akan menjadi salah satu kontestasi paling panas. Hal ini disebabkan oleh dua kekuatan besar yang mendukung pasangan Luluk-Lukmanul Hakim dari PKB serta Risma-Gus Hans dari koalisi PDIP, Hanura, dan Partai Ummat, yang sangat berambisi mengalahkan Khofifah-Emil.

Baca Juga: KPU Lamongan Tetapkan Dua Pasangan Calon Bupati Pilkada 2024

"Pilkada ini bukan pertarungan head to head. Jika head to head, penantang biasanya lebih diuntungkan karena mereka akan otomatis didukung oleh kelompok yang tidak puas dengan petahana," jelas Yunarto.

Namun, Yunarto menambahkan bahwa tantangan terbesar bagi Luluk adalah tingkat popularitasnya yang masih rendah, sedangkan Risma memiliki pengenalan yang jauh lebih besar karena pernah menjadi Wali Kota Surabaya dan dianggap sebagai salah satu wali kota yang paling sukses.

Halaman:

Tags

Terkini

KPU SURABAYA AJAK WARGA MENCOBLOS DI PILKADA 2024

Minggu, 24 November 2024 | 20:09 WIB

Bawaslu Surabaya Identifikasi 1.156 TPS Rawan

Minggu, 24 November 2024 | 17:26 WIB