Juga terdapat karya dari KH. Faqih Maskumambang Gresik, Syekh Ihsan Jampes, KH. Abu Fadhol Senori, KH. Ahmad Rifai Kalisalak, serta KH. Soleh Darat.
Baca Juga: BKKBN Jatim Ajak Insan Pers sosialisasi Percepatan Penurunan Stunting
Gubernur Khofifah tidak hanya melihat turots yang dipamerkan, tetapi juga melihat langsung proses preservasi dan alih media yang dilakukan. Ia menyampaikan apresiasi terhadap rencana UINSA yang akan membangun Turots Center dan pengkajian turots di tingkat magister sebagai langkah penguatan pelestarian turots yang tersebar.
Dalam acara ini, Gubernur Khofifah juga memberikan Buku Kumpulan Kompilasi Naskah Kuno Karya Ulama Jatim kepada Rektor UINSA Prof. Akh. Muzakki dan Direktur Pascasarjana UNISMA Prof. H. M. Mas'ud Said.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Tiat S. Suwardi, menyampaikan bahwa upaya pelestarian naskah kuno karya ulama Indonesia dilakukan dengan pendekatan Inisiasi, Kolaborasi, dan Inovasi (IKI).
Baca Juga: Puluhan Ribu Keluarga Pensiunan Polisi se Jatim Siap Menangkan Ganjar-Mahfud
Ia berharap kegiatan ini dapat menghadirkan kembali nilai-nilai khazanah intelektual dunia Islam yang disumbangkan oleh ulama-ulama Indonesia.
Dalam tahun ini, Disperpusip Jatim telah berhasil mengalihmediakan 111 naskah kuno yang tersebar di berbagai wilayah. Kolaborasi dengan masyarakat, pondok pesantren, museum, dan instansi pemerintah setempat melalui aplikasi Khas Jatim memungkinkan masyarakat untuk mengakses dan mengambil informasi terkait naskah-naskah yang telah di lestarikan. (BNW)