pemilu

Petrus Loyani, Menilai Debat Calon Presiden dan Implikasinya bagi Kemajuan Indonesia

Rabu, 20 Desember 2023 | 04:49 WIB
Petrus Loyani, ketua Relawan Ganjar-Mahfud (RGM) menyikapi debat sesi pertama calon presiden Indonesia (Nawi)

Kan lucu, bagaimana presiden diultimatum oleh ulama. Sementara kemunduran presiden itu ada proses secara tata negara, tidak bisa hanya karena dianggap nggak patuh pada pendapatnya ulama. Lucunya, pakta integritas ini ditandatangani oleh Anies dan Muhaimin demi memperoleh dukungan.

"Ingat, kemajuan saat ini adalah kemajuan sains dan teknologi bukan oleh karena dicekoki oleh agama," ucap Petrus.

"Indonesia membutuhkan orang-orang pintar orang-orang cerdas di bidang science dan ilmu pengetahuan, jangan mau di Suriah-kan," katanya.

Baca Juga: Ratusan Warga Jakarta Selatan Bersatu untuk Mendukung Ganjar Mahfud

Petrus Loyani juga memberikan analisis terhadap paslon kedua, dengan menyebut beberapa kebohongan mendasar yang dianggapnya ada pada Prabowo Subianto. Poin-poin tersebut melibatkan klaim korupsi hingga kegagalan program seperti food estate.

"Tidak perlu bicara ketika beliau masih muda menjadi tentara, pelanggaran hak asasi dll. Sekarang saja, dengan berapi-api akan mengatakan korupsi sampai akar-akarnya, sementara adik Prabowo, Hasyim, mengungkapkan di meja pak Prabowo di kementrian Pertahanan ada korupsi 51 triliun, tidak dibereskan tidak ditindak. ini kan kebohongan!" ucap tegas Petrus Loyani.

Belum lagi persoalan persoalan anggaran Menhan yang akan mengajukan utang untuk keperluan Menhan dan anehnya disetujui oleh presiden. Secara logika, siapa yang akan membayar hutang tersebut hanya untuk satu Kementerian.

"Sampai ke tahun 2040 katanya, sampai ke generasi berikutnya, anak-anak muda juga yang akan membayarnya, dan pajak akan digenjot untuk membayar utang Kementerian Pertahanan, itu juga kebohongan," katanya.

Belum lagi kegagalan food estate, dana pembelian pesawat bekas. Itu bukti pak Prabowo TIDAK ANTI KKN.

Kemudian, kata Petrus, Prabowo juga menyampaikan dirinya tidak membutuhkan jabatan, tetapi berbanding terballik, dia Fight 3 kali untuk mendapatkan kekuasaan.

"Beliau pernah memberikan statement secara terbuka bahwa nggak dapat kredit karena nggak berkuasa selama 20 tahun," kata Petrus mengutip dari sebuah acara talk show di televisi.

Artinya, ketika saat ini sudah bergabung di kabinet Jokowi menjadi Menteri Pertahanan, harus di cek berapa banyak akses perbankkan yang mengalir ke Beliau, ke adiknya, ke kroni-kroninya.

Artinya juga, ketika beliau memegang kekuasaan penuh nanti pasti akan digunakan untuk kepentingan pribadi bisnisnya, termasuk untuk adik dan kroninya.

"Makanya kita nggak bisa percaya, statement yang nggak butuh jabatan, ini juga bisa dianggap kebohongan," ungkap Petrus.

Kemudian, masih Petrus, masyarakat juga sudah clear bahwa Gibran bisa menjadi calon wakil presiden ditempuh dengan cara cara kolusi dan nepotis. "Jelas itu," kata Petrus.

Halaman:

Tags

Terkini

KPU SURABAYA AJAK WARGA MENCOBLOS DI PILKADA 2024

Minggu, 24 November 2024 | 20:09 WIB

Bawaslu Surabaya Identifikasi 1.156 TPS Rawan

Minggu, 24 November 2024 | 17:26 WIB