otomotif

Semangat dari Bengkel Sekolah, Rafa Harumkan Nama Salah Satu SMK di Ajang Otomotif Nganjuk

Minggu, 15 Februari 2026 | 08:42 WIB
Foto Istimewa

NAWACITAPOST.COM — Deru mesin dan aroma oli tak sekadar menjadi rutinitas di ruang praktik. Bagi Rafael Akbar Agustan, siswa salah satu SMK di Kecamatan Loceret, itu adalah jalan perjuangan yang mengantarkannya meraih Juara 2 dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Diklat Menengah se Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Kamis (12/2/2026) yang lalu.

Ajang tersebut digelar oleh komunitas MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) otomotif Kabupaten Nganjuk yang dilaksanakan di Kecamatan Gondang dan diikuti oleh berbagai SMK se Kabupaten Nganjuk. Kompetisi ini menjadi panggung adu keterampilan sekaligus pembuktian kualitas pendidikan vokasi di daerah.

Rafael Akbar Agustan mengaku capaian tersebut bukan hasil kerja sendiri. Di balik keberhasilannya, ada peran besar wali kelasnya dan guru pembimbingnya.

Baca Juga: Pernah Divonis Pada 8 Agustus 2017, Kini Subandi Jabat Kades di Desa Tempelwetan Loceret

"Wali kelas dan pembimbing bagi saya bukan hanya guru, tapi juga motivator,” ujar siswa yang akrab dipanggil Rafa, di Desa Patihan, Kecamatan Loceret, Nganjuk, pada Sabtu (14/2/2026).

Ia menilai bimbingan dan dukungan moral dari para guru menjadi bahan bakar utama semangatnya dalam berlatih.

Kompetisi yang Menguji Ketelitian dan Ketangguhan

Dalam bidang Teknik Kendaraan Ringan (TKR), peserta tidak hanya diuji secara teori, tetapi juga praktik langsung. Ketelitian membaca kerusakan mesin, ketepatan analisis, hingga kecepatan menyelesaikan pekerjaan menjadi indikator penilaian utama.

Sementara salah satu guru menjelaskan bahwa Rafa memang menunjukkan konsistensi dan kesungguhan sejak awal.

Baca Juga: Puluhan Wartawan Datangi Rumah Warga di Gejagan Loceret, Ini yang Terjadi

“Rafa punya semangat belajar yang tinggi dan potensi di bidang Teknik Kendaraan Ringan. Kami bersyukur meski meraih peringkat dua, hasil ini menjadi tiket menuju final tingkat Provinsi,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa capaian ini bukan akhir, melainkan pintu menuju tantangan berikutnya.

Pendidikan Vokasi dan Tantangan Masa Depan

Prestasi Rafa menjadi bukti bahwa sekolah kejuruan memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi terampil dan siap kerja. Lomba seperti ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana evaluasi kualitas pembelajaran serta penguatan mental siswa.

Di tengah dinamika dunia kerja yang semakin kompetitif, kemampuan teknis yang dibarengi dengan karakter disiplin dan daya juang menjadi modal penting. Rafa memperlihatkan bahwa siswa daerah pun mampu bersaing dan menunjukkan kualitasnya.

Baca Juga: Respons Dugaan Pupuk Subsidi di Atas HET, Disperindag Nganjuk Bakal Terjunkan Tim Monev

Halaman:

Tags

Terkini

Ganti Oli Massal Ala H Hasston

Selasa, 10 Desember 2024 | 10:17 WIB

Jenis Oli yang Cocok Untuk Mobil Hybrid

Selasa, 7 November 2023 | 14:32 WIB