news

Cegah DBD, Lanudal Tanjungpinang Laksanakan Fogging

Jumat, 19 November 2021 | 16:34 WIB
Tanjungpinang, NAWACITAPOST - Dalam minggu-minggu ini kondisi cuaca di wilayah Tanjungpinang sering berubah-ubah terkadang pagi panas, siang hujan dan besok panas lagi. Dengan adanya kondisi seperti ini sangat potensial untuk berkembangnya nyamuk Aedes Aegypti yang berakibat terjadi Demam Berdarah Dengue (DBD) jumat (19/11/2021)

Untuk menghindari dan mencegah terjadinya DBD di lingkungan Lanudal Tanjungpinang, Tim kesehatan dari mako Lanudal Tanjungpinang (BP) bergerak melaksanakan Fogging di area perumahan/komplek dan perkantoran di wilayah Lanudal dan Wing udara 1 Tanjungpinang

Pelaksanaan fogging ini dilakukan berdasarkan perintah dari Danlanudal Tanjungpinang Letkol Laut (P) Rivai A.Md.Pi., SH., M.H untuk mencegah penyebaran nyamuk DBD di lingkungan Lanudal Tanjungpinang.

Danlanudal juga menghimbau kepada warga Lanudal dan Wing udara 1 untuk rutin membersihkan perkarangan dan selokan di sekitar komplek masing-masing serta membudayakan hidup bersih.

Kegiatan fogging yang di pimpin langsung oleh Pgs Kepala BP Lanudal Tanjungpinang Lettu Laut K/W) drg. Adhe Susanti menyampaikan sesuai arahan Danlanudal , kita melaksanakan pengasapan atau fogging sebagai salah satu pengendalian penyebab penyakit DBD oleh nyamuk Aedes Aegypti
dan kegiatan fogging dilaksanakan selama 3 hari untuk dapat menjangkau seluruh sektor perkantoran dan perumahan di wilayah Lanudal dan Wing Udara 1 Tanjungpinang secara optimal.

“Sasaran fogging kita lakukan kali ini di area perumahan/komplek ,hanggar,mesjid, perkantoran di wilayah Lanudal dan Wing udara 1 Tanjungpinang serta kediaman rumah dinas komandan,” ungkapnya.

Sebelum Penyemprotan asap fogging di mulai, ia menghimbau kepada warga mempersiapkan dan pengamanan bagi anggota keluarga yaitu balita, anak-anak, orang tua, makanan yang ada di rumah atau hewan peliharaan diamankan terlebih dahulu.

Selain itu, Pgs KA BP drg. Adhe Susanti memberikan Langkah-langkah pencegahan DBD diawali dengan kebersihan lingkungan kemudian menguras tempat penampungan air minimal seminggu sekali, menutup rapat tempat penampungan air, mengubur barang-barang bekas, menggunakan obat anti-nyamuk dan bisa melakukan langkah-langkah pencegahan DBD lainnya.

“Pelaksanaan pengasapan berjalan dengan lancar dan aman sesuai dengan rencana,” tutupnya.

(YD)

Terkini