Minggu, 5 Juli 2026

Viral! Polisi Buru Pembuat Video Perempuan Pamer Kemaluan di Kebun Teh Ciwidey

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Selasa, 9 Mei 2023 | 11:45 WIB

Jakarta, NAWACITApost.com - Sebuah video hot perempuan bercadar pamer kemaluan viral di jagat maya. Perbuatan tak senonoh itu dilakukan pelaku di Kebun Teh Ciwidey, Jawa Barat.

Aksi tidak masuk akal itu menuai kecaman warga karena menodai kawasan wisata hijau nan asri. "Kami mengecam keras terhadap tindakan tersebut, itu mah gila, gila, masa yang gitu divideokan," ujar Camat Rancabali, Asep Muhamad Yusuf, dikutip Selasa (9/5/2023).

Dari sekian banyak tempat, spot batu besar di antara pepohonan teh menjadi lokasi viral dari video perempuan yang merekam kemaluannya. Tepatnya di Jalan Raya Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung.

Perempuan tersebut melakukan aksinya pada siang hari saat lalu lintas jalanan sedang ramai menjadi latar belakangnya. Perempuan itu tengah berada di atas batu dengan posisi jongkok.

Kapolresta Bandung Kombes Kusworo Wibowo menegaskan saat ini polisi tengah memeriksa para saksi. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara polisi menduga video tersebut direkam beberapa bulan lalu. Kondisi lokasi di video dan di lapangan saat ini ada sedikit perubahan.

"Sampai saat ini kami sudah memeriksa kurang lebih 12 orang saksi. 12 orang itu adalah orang-orang yang mengunggah dan sempat menyebarkan," kata Kasat Reskrim Polresta Bandung Kompol Oliestha Ageng Wicaksana.

Kepolisian menyebutkan beberapa area yang ada di lokasi tersebut telah mengalami perbedaan dengan yang ada di video. Hal tersebut diketahui setelah polisi melakukan olah TKP.

"Karena dari tanda-tanda di lokasi, seperti cat yang sudah mengelupas," katanya.

Di samping itu, polisi juga turut mengusut praktik jual beli video di media sosial. Sebagaimana diketahui, video itu viral di media sosial.

"Informasi sempat beredar di twitter, bahwa itu dijual. Namun kami cek akunnya sudah tidak ada," tuturnya.

Oliestha menambahkan saat ini polisi masih memburu terkait keberadaan pelaku. "Sampai saat ini kami masih dalam proses penyelidikan (pelaku). Mohon doanya supaya segera terungkap," kata dia.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini