Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Pada ajang Nawacita Award (NA), yang bakal dihelat 28 hari lagi, tepatnya Jumat 28 Oktober 2022, di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, bahwa seseorang untuk mendapatkan NA, bukan hal mudah, demikian disampaikan komisaris utama PT Media Nawacita Indonesia (MNI), Faigiziduhu Ndruru, ketika ditemui nawacitapost.com, disebuah café bilangan Jakarta Timur, Jumat (30/9/2022).
Baca Juga : Pembina Media Nawacita Indonesia Yasonna Laoly Mendukung Penuh Perhelatan Nawacita Award 2022
Yang paling penting, pihak penyelenggara (PT Media Nawacita Indonesia atau MNI) memberikan kebebasan penuh kepada tim dewan juri, dan tidak ada intervensi dari siapapun.
Baca Juga : Nawacita Award Patut Diapresiasi dan Dipermanenkan Pelaksanaannya
Diawali, dari penyelenggara menjaring 512 nama, para pemimpin seluruh Indonesia, kemudian diseleksi menjadi 81, dan pada saat konferensi pers bulan lalu, nama (81) itu diserahkan ke tim dewan juri, kemudian diseleksi (dipilih dan ditetapkan 27), mendapatkan NA, tuturnya.
Baca Juga : Nawacita Award: Ajang Penghargaan Tokoh-tokoh Pembangunan Berprestasi Indonesia
Hal lainnya, penerima NA, selain kriteria berprestasi, integritas juga menjadi patokan. Yang mana, sebagai itu salah satu modal utama, tim juri dalam memberikan penilaian, jelasnya.
Baca Juga : Jadi Ketua Dewan Juri Ajang Nawacita Award, Ade Armando : Dijamin Tidak Akan Ada Intervensi dari Siapapun
“Pemberian Nawacita Award, ini memang tidak mudah untuk didapatkan seseorang, karena NA adalah cerminan dari program pembangunan nawacita Presiden Jokowi, tetapi penilaiannya tidak harus dari prestasi kerja, tetapi mempertimbangkan integritas setiap tokoh, mempertimbangkan informasi-informasi yang ada di media sosial, media online dan sumber berita yang didapatkan secara terbuka, saat ini, sehingga bukan lagi hal yang susah untuk mencari kelebihan dan kelemahan dari seorang tokoh,” papar Faigiziduhu Ndruru
Masih kata Faigiziduhu Ndruru, itulah memang kemudahannya, setelah ada teknologi informasi saat ini, jadi itu sangat membantu kepada tim dewan juri mencari tahu setiap sosok, jika ada catatan negatif, bisa didapatkan, tentu juga catatan positif atau prestasi dari apa yang sudah dikerjakan oleh sosok tersebut.
Yang jelas, kita harus mempercayai keputusan tim dewan juri yang diketuai Ade Armando (Dosen FISIP UI), dengan anggota Sarman Simanjorang (Wakil Ketua Umum KADIN Pusat), Agustus Gea (Pengamat Hukum).
Tim juri ini, yang akan memutuskan secara objektif dengan data-data yang dipastikan valid, tidak bersumber dari hoaks.
“Diharapkan semoga nanti penerima NA ini, betul-betul menjadi inspirasi bagi generasi Indonesia ke depan, sesuai dengan harapan pak Yasonna Laoly Pembina Media Nawacita Indonesia yang juga Menteri Hukum dan HAM, generasi muda ditantang untuk berbuat dan membangun negeri, demi Indonesia jaya ditingkat internasional,” tandasnya.
Untuk diketahui, Nawacita Award 2022 akan dipilih berdasarkan 9 kategori, yaitu :
Pertama Kategori Pertahanan & Keamanan
Kedua Kategori Sistem Demokrasi
Ketiga Kategori Pembangunan Daerah
Keempat Kategori Penegakan Hukum
Kelima Kategori Kesejahteraan Rakyat
Keenam Kategori Kemajuan Industri
Ketujuh Kategori Kemandirian Ekonomi Nasional
Kedelapan Kategori Pendidikan Karakter Bangsa
Kesembilan Kategori Penguatan Kebinekaan Indonesia