NAWACITAPOST.COM - Kisah Susi Sianturi, lulusan cum laude dari Institut Pertanian Bogor (IPB), adalah cerita tentang ketekunan dan perjuangan tanpa kenal lelah. Dalam upacara wisuda yang penuh haru, nama Susi disebutkan dengan bangga bersama nama orangtuanya.
Ia berhasil menyelesaikan studi S-2 dengan predikat cum laude, meskipun perjalanan tersebut tidaklah mudah. Sejak memulai kuliah S-1 di IPB delapan tahun lalu, Susi menghadapi tantangan besar.
Orangtuanya yang tinggal di Tapanuli Utara, Medan, hanya bisa memberikan uang bulanan sebesar Rp 300.000, yang membuatnya harus mencari cara untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Setiap pagi, Susi berjualan pisang goreng di lingkungan asrama putri untuk menambah penghasilan.
Meskipun hanya mendapatkan sekitar Rp 30.000 per hari, uang itu cukup untuk biaya hidup dan membeli perlengkapan kuliah. Di semester III, Susi memperluas usaha kecil-kecilan dengan rekannya, menjual perabotan yang dibutuhkan oleh mahasiswa setiap hari Minggu.
Pendapatan dari usaha tersebut lumayan, dan Susi terus mencari peluang untuk mengatasi keterbatasan finansial. Tidak lama kemudian, ia bekerja sebagai guru les untuk siswa SD dan SMP, mengajarkan matematika untuk SMP dan semua pelajaran untuk SD.
Penghasilannya meningkat, mencapai sekitar Rp 900.000 per bulan, yang memberinya sedikit kelonggaran dalam menjalani kuliah. Namun, perjuangan Susi tidak berhenti di situ. Di semester akhir, ia berhasil mendapatkan beasiswa untuk mahasiswa tidak mampu. Beasiswa itu didapat pada saat-saat terakhir masa kuliah S-1, dan ia menggunakannya untuk melanjutkan studi ke jenjang S-2.
Setelah lulus S-1 dengan IPK 3,32, Susi bekerja di sebuah perusahaan peternakan besar selama tiga tahun. Namun, ia merasa ingin melanjutkan pendidikan dan memutuskan untuk mengambil program S-2 di jurusan Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan.
Selama kuliah S-2, Susi mendapatkan beasiswa dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti). Dana beasiswa itu digunakan sepenuhnya untuk membiayai studinya.
Baca Juga: 5 Stasiun Kereta Api Nonaktif, Berubah Jadi Pos Polisi hingga Kios Warung Soto
Susi memiliki tekad kuat untuk menjadi dosen, dan beasiswa tersebut merupakan bagian dari program untuk calon dosen. Setelah dua tahun menempuh pendidikan, Susi berhasil lulus dengan nilai IPK yang luar biasa, yaitu 3,91, dan gelar cum laude yang menandakan prestasinya yang membanggakan.
Kini, Susi menantikan pengumuman penempatan untuk mengajar. Ia bercita-cita menjadi pegawai negeri sipil (PNS) sesuai dengan harapan orangtuanya. Kisah Susi bukan hanya tentang prestasi akademis, tetapi juga tentang ketekunan, pengorbanan, dan kerja keras yang membentuknya menjadi sosok yang inspiratif. Dengan semangat dan dedikasi, Susi berhasil mengatasi berbagai rintangan dan meraih impian yang selama ini ia perjuangkan.