nasional

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Bappedalitbang Kabupaten Blitar Resmikan Kelompok Belajar ‘Generasi Emas’

Senin, 2 Desember 2024 | 18:17 WIB

NAWACITAPOST.COM - Pemerintah Kabupaten Blitar, melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang), mengapresiasi pembentukan Kelompok Belajar Generasi Emas sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas pendidikan. Peresmian kelompok belajar ini berlangsung di Desa Sragi, Kecamatan Talun, pada Senin (2/12/2024).

Acara ini dihadiri oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Blitar, Forkopimcam Talun, Pemerintah Desa Sragi, dan masyarakat setempat. Dengan tema “Bersama Kita Wujudkan Pendidikan untuk Semua,” program ini bertujuan memberikan akses pendidikan bagi warga yang tidak sekolah atau putus sekolah.

Kepala Bappedalitbang Kabupaten Blitar, Drs. Rully Wahyu Prasetyowanto, M.E., menjelaskan bahwa kelompok belajar ini dirancang untuk mengatasi masalah pendidikan, khususnya bagi anak-anak atau masyarakat yang putus sekolah.

“Tadi telah disebutkan ada 41 peserta dari Desa Sragi, mulai dari usia di bawah 18 tahun hingga usia 48 tahun. Kelompok Belajar ini terbuka tidak hanya bagi warga Desa Sragi, tetapi juga masyarakat dari desa lain,” ungkap Rully.

Rully menyoroti pentingnya program ini dalam meningkatkan rata-rata lama sekolah di Kabupaten Blitar, yang saat ini masih berada di angka 7,83 tahun. Hal ini memengaruhi stagnannya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Blitar yang berada di angka 72,84.

“Melalui program kelompok belajar masyarakat seperti ini, diharapkan kualitas sumber daya manusia meningkat, sekaligus membantu mengatasi berbagai persoalan seperti stunting, kemiskinan, dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Blitar telah mengalokasikan anggaran melalui Perubahan Anggaran 2024 dan APBD 2025. Program ini dilaksanakan dalam format Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) filial, yang memungkinkan pembelajaran dilakukan di lokasi yang memenuhi syarat minimal peserta sebanyak 10 orang.

Desa Sragi menjadi lokasi percontohan penerapan PKBM filial. Program ini bekerja sama dengan pemerintah desa setempat untuk mengajak warga putus sekolah kembali belajar.

“Contohnya, jika mereka putus sekolah di kelas dua, mereka bisa melanjutkan belajar hingga lulus dan mendapatkan ijazah setara,” jelas Rully.

Rully menambahkan, ijazah yang diperoleh dari program ini dapat digunakan untuk mencari pekerjaan, melanjutkan pendidikan, atau meningkatkan taraf hidup.

“Harapan kami, program ini dapat memberikan dampak signifikan pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Blitar,” pungkasnya.

Melalui program Kelompok Belajar Generasi Emas, Kabupaten Blitar menegaskan komitmennya dalam menciptakan akses pendidikan yang inklusif. Inisiatif ini memberikan harapan baru bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan, demi masa depan yang lebih baik.

Penulis: Frins Maurins

Terkini