nasional

5 Pengembang Properti Terbesar Indonesia di Akhir 2024, Ada Ciputra Group

Selasa, 24 September 2024 | 10:29 WIB
Ketua Dewan Pembina Media Nawacita Indonesia Prof Yasonna H Laoly menyerahkan penghargaan Nawacita Awards 2024 kepada Managing Director Ciputra Group, Budiarsa Sastrawinata (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Memasuki kuartal terakhir tahun 2024, para pengembang properti terus menggenjot performa agar bisa mencapai target tahunan mereka. Dengan persaingan yang semakin ketat, perusahaan-perusahaan properti berlomba-lomba menjadi pemimpin pasar.

Dari 92 pengembang properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat lima perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar hingga 21 September 2024. Kapitalisasi pasar adalah metrik penting yang digunakan untuk mengukur nilai sebuah perusahaan berdasarkan harga sahamnya.

Investor sering kali melihat kapitalisasi pasar sebelum mengambil keputusan untuk berinvestasi, karena semakin besar nilai kapitalisasi pasar, semakin stabil dan mapan perusahaan tersebut. Apa saja perusahaan properti dengan kapitalisasi terbesar di Indonesia? Berikut daftar lima pengembang properti papan atas di Indonesia.

1. PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI)

Pengembang properti terbesar adalah PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), perusahaan hasil kerja sama antara Agung Sedayu Group dan Salim Group. PANI memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp 170,52 triliun. Pada semester pertama 2024, PANI mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,3 triliun, dengan laba bersih Rp 286 miliar.

Baca Juga: 10 Tahun Jokowi: Pertumbuhan Sektor Pertanian Anjlok

Pendapatan terbesar berasal dari sektor residensial, yang menyumbang Rp 607 miliar atau 45 persen dari total pendapatan. Peningkatan signifikan juga terjadi pada penjualan kavling tanah komersial, yang naik 41 persen secara tahunan menjadi Rp 528 miliar.

2. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), bagian dari Sinarmas Land, menempati urutan kedua dengan kapitalisasi pasar Rp 25,93 triliun. Sepanjang paruh pertama 2024, BSDE berhasil mencatat pendapatan usaha sebesar Rp 7,35 triliun, dengan laba bersih mencapai Rp 2,33 triliun.

Sebagian besar pendapatan BSDE berasal dari penjualan tanah dan bangunan, yang menyumbang Rp 6,44 triliun atau 87,70 persen dari total pendapatan. Segmen lainnya, seperti sewa dan pengelolaan gedung, turut berkontribusi dengan nilai masing-masing Rp 468,71 miliar dan Rp 189,58 miliar.

3. PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI)

Di posisi ketiga ada PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI), yang dikenal dengan proyek perumahan prestisius Pondok Indah. Dengan kapitalisasi pasar Rp 25,41 triliun, MKPI membukukan pendapatan sebesar Rp 1,2 triliun dan laba bersih Rp 473,16 miliar pada semester pertama 2024.

Baca Juga: IdeaFest 2024 Siap Hadirkan 400+ Pembicara Internasional dan Nasional di Bulan Ini

Segmen pendapatan sewa dari pusat perbelanjaan, perkantoran, dan hotel menyumbang sebesar Rp 931,48 miliar. Sementara segmen penjualan properti memberikan kontribusi Rp 268,65 miliar.

Halaman:

Tags

Terkini