NAWACITAPOST.COM - Jakarta akan menjadi saksi sejarah pada Kamis, 5 September 2024. Pasalnya, Pemimpin Gereja Katolik Dunia, Paus Fransiskus, akan memimpin misa agung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Acara ini diperkirakan akan dihadiri oleh 86.000 umat Katolik dari seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu pertemuan keagamaan terbesar di tanah air tahun ini. Panitia telah menyiapkan dua stadion untuk mendukung kelancaran acara ini, yakni SUGBK dan Stadion Madya GBK.
Misa agung ini akan berlangsung selama 1,5 jam, sehingga memberikan kesempatan bagi ribuan umat untuk berpartisipasi dalam momen sakral ini. Juru Bicara Panitia Kunjungan Paus Fransiskus, Thomas Ulun Ismoyo, mengungkapkan bahwa umat yang ingin mengikuti misa tersebut perlu berkoordinasi dengan keuskupan di wilayah masing-masing.
“Koordinasi undangan telah dilakukan sejak akhir Mei 2024,” ujarnya.
Untuk menghadiri misa agung ini, umat Katolik yang telah menerima undangan dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) akan mendapatkan tiket dalam bentuk gelang wristband. Thomas memastikan bahwa tiket tersebut telah didistribusikan kepada keuskupan, organisasi, dan sekolah-sekolah Katolik di seluruh Indonesia.
Baca Juga: KPU RI Tetapkan 580 Anggota DPR Terpilih Periode 2024-2029, PPP Gagal Lolos ke Senayan
Sebanyak 470 pastur akan bertugas sebagai pembagi komuni di SUGBK. Sementara 232 pastur lainnya akan melayani jemaat di Stadion Madya GBK.
Kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia merupakan bagian dari rangkaian perjalanan apostoliknya yang ke-45, yang dimulai dari Roma pada 2 September 2024 dan akan berlangsung hingga 13 September 2024. Indonesia menjadi negara pertama yang dikunjungi dalam lawatannya ke Asia-Oceania.
Selama berada di Indonesia, Paus Fransiskus dijadwalkan menghadiri berbagai acara penting. Setelah tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa, 3 September 2024, ia akan disambut dengan upacara resmi di Istana Merdeka keesokan harinya.
Agenda lainnya termasuk pertemuan dengan Presiden Jokowi, tokoh lintas agama, dan kaum muda di berbagai lokasi di Jakarta. Puncak kunjungannya adalah misa akbar di SUGBK pada Kamis, 5 September 2024, sebelum melanjutkan perjalanan ke Papua Nugini pada 6 September 2024.
Antusiasme umat Katolik di Indonesia untuk menghadiri misa agung ini sangat besar. Dengan segala persiapan yang telah dilakukan, diharapkan acara ini akan berjalan lancar dan menjadi momen bersejarah bagi seluruh umat Katolik di Indonesia.
Baca Juga: Sejarawan: Istilah 'Raja Jawa' Tidak Berdasar Fakta Sejarah
Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia bukan hanya sekadar lawatan, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan kedamaian bagi seluruh masyarakat. Bagi banyak umat, kehadiran Paus Fransiskus di Jakarta merupakan kesempatan langka yang tidak akan terlupakan.