nasional

Eki Pitung: Anies Bukan Pilihan Ideal untuk Gubernur Jakarta

Jumat, 28 Juni 2024 | 20:08 WIB
Tokoh Betawi Eki Pitung. (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Mohammad Rifky, atau yang lebih dikenal sebagai Eki Pitung, merupakan salah satu tokoh muda Betawi yang vokal dalam menyuarakan aspirasi masyarakat Betawi. Dalam perbincangannya dengan Komisaris Utama Media Nawacita Indonesia (MNI), Faigiziduhu Ndruru yang ditayangkan di akun YouTube MNI, Eki Pitung menyoroti soal pemilihan gubernur DKI Jakarta.

Eki Pitung mengungkapkan kebanggaannya bahwa dari 19 gubernur yang pernah menjabat di Provinsi DKI Jakarta, hanya satu yang berasal dari Betawi, yaitu Fauzi Bowo. Meskipun bangga, ia merasa manfaat yang dirasakan oleh masyarakat Betawi dari kepemimpinan Fauzi Bowo belum begitu signifikan.

"Jadi kita baru merasakan bahwa bangga aja, ada orang Betawi jadi gubernur. Tapi maaf dalam tanda kutip manfaat secara masif terhadap orang Betawi itu belum ada," kata Eki Pitung dalam podcast yang ditayangkan YouTube MNI.

Seperti diketahui, Fauzi Bowo atau menjabat Gubernur DKI Jakarta dari 15 Oktober 2007 hingga 15 Oktober 2012. Fauzi Bowo, yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Bamus Betawi, menjadi simbol kebanggaan masyarakat Betawi saat menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Baca Juga: MAS Group Luncurkan Areum Parc, Perumahan dengan Konsep Korean Dreams di Bogor

Namun, Eki Pitung menekankan bahwa kebanggaan ini belum diiringi dengan manfaat nyata yang dirasakan secara masif oleh masyarakat Betawi. Oleh karena itu, Eki dan tokoh-tokoh Betawi lainnya melihat Pilkada 2024 sebagai peluang untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Betawi lebih lanjut.

Eki Pitung menyebutkan pentingnya partai-partai politik untuk mengundang dan memberikan kesempatan kepada tokoh-tokoh Betawi dalam Pilkada 2024. Menurutnya, jika tokoh Betawi harus berjuang sendiri tanpa dukungan partai, hal ini akan terasa kurang pantas. Ia juga menyoroti masalah finansial yang kerap menjadi kendala bagi tokoh lokal untuk maju dalam kancah politik.

Eki juga mengkritisi masuknya tokoh-tokoh non-Betawi seperti Ridwan Kamil dan Anies Baswedan dalam panggung politik DKI Jakarta. Ia khawatir bahwa perhatian terhadap Jakarta dan masyarakat Betawi akan terabaikan jika tokoh-tokoh ini lebih fokus pada Pilpres.

"Sekarang ini Ridwan Kamil masuk, Anies bukan orang Betawi masuk juga. Nanti dua tahun, mau Pilpres. Mau main begini, kapan mau urusi Jakarta dan Betawi," kata Eki.

Baca Juga: Mengenal Badan Bank Tanah yang Sudah Menguasai 18.758 Hektare Lahan di Indonesia

Eki Pitung juga menyoroti ketidakcocokan antara Anies Baswedan dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang pernah terjadi pada perhelatan Asian Games. Menurutnya, ketidakcocokan ini menunjukkan perlunya keharmonisan antara pemerintah pusat dan daerah agar program-program nasional dapat berjalan lancar.

Secara pribadi, Eki menyatakan akan mendukung calon gubernur yang mendapat arahan dari pemerintah pusat, asalkan ada komitmen untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Betawi. Ia menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah pusat dalam menentukan calon gubernur yang dapat membawa manfaat nyata bagi masyarakat Betawi.

Eki Pitung berharap bahwa pada Pilkada 2024, tokoh-tokoh Betawi dapat lebih diperhatikan dan diberi kesempatan untuk memimpin DKI Jakarta. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan kesejahteraan masyarakat Betawi.

"Kalau saya secara pribadi, saya cuma berharap bagaimana arahan pemerintah pusat untuk siapa yang dicalonkan itu, maka saya pribadi berani mendukung itu," kata Eki.

Halaman:

Tags

Terkini