nasional

Emil Bantah Kabar Ada Korban Meninggal dalam Dugaan Keracunan MBG Sidoarjo

Rabu, 2 September 2026 | 10:23 WIB
Caption foto: Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat meninjau penanganan santri dan santriwati yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan program MBG di Sidoarjo, Rabu

SIDOARJO, NAWACITAPOST.COM - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak membantah kabar adanya korban meninggal dunia dalam insiden dugaan keracunan makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami ratusan santri dan santriwati di Kabupaten Sidoarjo.

Emil memastikan hingga Rabu (2/9/2026), tidak ada korban meninggal dunia akibat kejadian tersebut. Pernyataan ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar di media sosial.

“Tolong juga tadi ada kabar mohon maaf meninggal, itu tidak betul. Tidak ada yang meninggal. Tidak betul. Tidak ada yang meninggal,” tegas Emil.

Emil mengatakan pemerintah bersama rumah sakit dan tenaga kesehatan terus memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis. Sejumlah santri dan santriwati yang kondisinya mulai membaik bahkan telah diperbolehkan pulang.

“Insyaallah sudah ada yang bisa dipulangkan. Banyak yang bisa dipulangkan. Tadi kita lihat ada velbed yang sudah mulai dilipat karena sudah dipulangkan,” ujarnya.

431 Korban Dirawat di Sejumlah Rumah Sakit

Berdasarkan data sementara, sebanyak 431 santri dan santriwati telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit di Sidoarjo dan sekitarnya.

Para korban antara lain dirawat di RSUD Notopuro, RS Delta Surya, RSI Siti Hajar, RS Pusura, RSU Aisyiyah St Fatimah Tulangan, RS Pusdik Bhayangkara, RS Arafah Anwar Medika, serta sejumlah rumah sakit lainnya.

Meski sebagian pasien mulai pulih, rumah sakit tetap diminta bersiaga untuk mengantisipasi adanya korban yang membutuhkan penanganan lanjutan.

“ Tapi rumah sakit tetap siaga, bahkan tenaga-tenaga medis yang on call dipanggil semua, sehingga ini bisa tertangani. Nah, cuman tadi selain satu, tidak ada meninggal seperti kabar yang beredar,” pungkas Emil.

Posko Medis Dibuka di Pesantren

Selain memaksimalkan pelayanan di rumah sakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo juga membuka posko penanganan medis di area pesantren.

Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pemeriksaan terhadap santri maupun santriwati yang mengalami keluhan kesehatan serta memantau kondisi mereka yang belum memerlukan perawatan di rumah sakit.

Pemerintah memastikan penanganan masih terus dilakukan seiring proses investigasi untuk mengetahui penyebab dugaan keracunan massal tersebut.

Sebelumnya, ratusan santri dan santriwati dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan program MBG. Pemerintah kini melakukan penelusuran terhadap makanan yang dikonsumsi para korban, termasuk sumber dan proses pengolahan makanan.

Dengan adanya bantahan resmi dari Emil, masyarakat diimbau tidak mudah mempercayai informasi mengenai korban meninggal yang beredar di media sosial sebelum mendapat konfirmasi dari pihak berwenang. (ibank).

Tags

Terkini