nasional

PEWARNA Gelar Seminar Nasional: Menggugah Kesadaran Spiritual untuk Menyelamatkan Warisan Percandian Nusantara

Kamis, 7 Mei 2026 | 13:16 WIB
Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia Gelar Seminar Nasional (Foto: PEWARNA)

Namun dengan nada prihatin, Banthe menilai masih ada pihak-pihak yang seolah menutupi kebesaran warisan leluhur tersebut, sehingga generasi masa kini kehilangan kesadaran bahwa mereka berasal dari bangsa besar dengan peradaban tinggi.

Pandangan kritis juga disampaikan Joe Marbun. Ia menegaskan bahwa situs percandian Nusantara bukan sekadar peninggalan arkeologis berupa bata dan batu andesit, melainkan representasi utuh dari peradaban agraris yang memiliki kesadaran ekologis dan spiritual yang sangat maju.

Dalam perspektif ekoteologi, kata Joe, candi mencerminkan harmoni antara manusia, alam, dan dimensi spiritual. Namun realitas saat ini menunjukkan ancaman serius terhadap situs-situs tersebut, mulai dari degradasi lingkungan, perubahan iklim, hingga rendahnya kesadaran publik terhadap pentingnya pelestarian budaya.

“Pembacaan ulang terhadap lanskap percandian menjadi sangat penting, bukan hanya untuk kepentingan akademik, tetapi juga sebagai dasar advokasi perlindungan budaya dan lingkungan,” jelasnya.

Sementara itu, Ashiong P. Munthe menutup seminar dengan refleksi spiritual yang mendalam. Ia mengaitkan prinsip “Carilah dahulu Kerajaan Allah” dengan semangat ekoteologi yang menempatkan kebenaran, keadilan, dan pemeliharaan ciptaan sebagai dasar kehidupan bersama.

Menurutnya, leluhur Nusantara sesungguhnya telah membangun sebuah spiritual geography—kesatuan antara alam, arsitektur, dan pencarian makna hidup dalam satu mandala kosmik yang utuh.

“Sejarah percandian bukan hanya kisah masa lalu. Ia adalah memori peradaban yang mengingatkan manusia modern bahwa krisis ekologis lahir ketika manusia kehilangan kesadaran spiritual terhadap alam dan warisan budayanya sendiri,” tuturnya.

Seminar nasional PEWARNA ini akhirnya bukan sekadar forum diskusi biasa. Ia menjadi seruan moral sekaligus panggilan spiritual bagi bangsa Indonesia: bahwa menjaga bumi dan merawat warisan leluhur bukan hanya tugas budaya, melainkan juga bentuk ibadah dan penghormatan terhadap peradaban Nusantara yang agung.

Halaman:

Tags

Terkini