nasional

Ricuh di Konfercab GMKI Gunungsitoli, Kader Laporkan Dugaan Penganiayaan ke Polres Nias

Minggu, 23 November 2025 | 18:22 WIB
Pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Gunungsitoli yang berlangsung di Aula Kantor Wali Kota Gunungsitoli, Ruang Rapat III, berujung ricuh

NAWACITAPOST.COM — Pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Gunungsitoli yang berlangsung di Aula Kantor Wali Kota Gunungsitoli, Ruang Rapat III, diwarnai insiden kericuhan pada Rabu dini hari, 19 November 2025. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 05.37 WIB dan diduga melibatkan tindakan penganiayaan serta pengeroyokan terhadap salah seorang peserta.

Sejumlah kader GMKI Gunungsitoli melaporkan seorang oknum pengurus cabang berinisial NG ke Polres Nias terkait dugaan keterlibatannya dalam insiden itu. Oknum yang dilaporkan disebut berinisial NG, menjabat sebagai Kepala Bidang Organisasi dan Komunikasi (Kabid Orkom) masa bakti 2023–2025 pada kepengurusan Ketua Cabang Tolona Gea. Dalam dinamika Konfercab, yang bersangkutan juga disebut-sebut sebagai salah satu kandidat Ketua Cabang untuk masa bakti 2025–2027. Namun demikian, hingga rilis ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak terlapor maupun penanggung jawab Konfercab terkait kronologi lengkap kegiatan.

Insiden tersebut memicu reaksi keras di kalangan kader dan menimbulkan kekhawatiran atas aspek keselamatan serta keamanan peserta Konfercab. Beberapa kader menilai peristiwa ini mencederai nilai-nilai dasar GMKI sebagai organisasi kader berbasis kekristenan yang mengutamakan pelayanan, perdamaian, dan pembinaan karakter.

Baca Juga: Organ Cipayung Geruduk 2 Kantor DPRD, Sampaikan Sejumlah Tuntutan Aksi

Seorang kader GMKI Gunungsitoli, Yanuari Zai, saat dijumpai media minggu (23/11/2022) menyampaikan harapannya agar persoalan ini ditangani secara serius sebelum agenda Konfercab dilanjutkan.

“GMKI harus menjadi contoh bagi Gereja, perguruan tinggi, dan masyarakat, terutama dalam hal menjaga keamanan dan keselamatan anggotanya. Insiden ini tidak dapat dibiarkan berlalu begitu saja, masalah ini harus dituntaskan sebelum melanjutkan pelaksanaan Konfercab,” ujarnya.

Para kader juga meminta Pimpinan Pusat (PP) GMKI turun tangan untuk memastikan proses organisasi berjalan sesuai konstitusi dan etika kaderisasi. Mereka berharap langkah yang diambil tidak hanya berfokus pada penyelesaian hukum, tetapi juga pada pemulihan situasi internal organisasi melalui mekanisme yang adil, transparan, dan berkeadaban.

Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia dan pengurus GMKI masih belum mengeluarkan pernyataan resmi.(Yogi)

Tags

Terkini