NAWAITAPOST.COM - Sebuah video yang merekam kericuhan antara iring-iringan jenazah dan beberapa oknum berseragam TNI (Tentara Nasional Indonesia) menjadi viral di media sosial, menciptakan perbincangan luas di tengah masyarakat.
Insiden ini terjadi di depan Markas TNI AD Komando Daerah Militer (Kodam) XIII Merdeka, Teling Atas, Manado, Sulawesi Utara.
Dalam rekaman tersebut, terlihat bahwa iring-iringan jenazah mendapat protes dari sejumlah warga kelurahan Teling Atas, Kecamatan Wanea, sebelum mencapai markas militer tersebut.
Baca Juga: Tentang Insiden Viral: Pendukung Anies Baswedan Hampir Menggigit Calon Presiden di Leher
Kericuhan pun meletus antara warga dan oknum yang diduga sebagai anggota TNI.
Kepala Penerangan Kodam XIII/Merdeka, Kolonel Mujahidin, ketika dikonfirmasi, menyampaikan bahwa kejadian ini bermula dari ketegangan antarwarga.
"Kalau saya monitor, itu kejadiannya antar warga. Jadi ada warga yang merasa terganggu kemudian bereaksi," ujarnya diikutip Nawacitapost dari instagram jktnewss
Mujahidin menjelaskan bahwa iring-iringan jenazah sempat berhenti dan menghambat jalur, memicu protes dari warga yang merasa terhalang.
Baca Juga: Menkumham Yasonna Laoly Buka Suara Terkait Ungkapan Alvin Lim Sebut Ferdy Sambo Tak di Lapas Salemba
Terkait dengan video yang menunjukkan oknum berseragam TNI diduga melakukan pemukulan terhadap warga, Kolonel Mujahidin menyatakan bahwa insiden tersebut terjadi setelah kejadian utama.
"Kalau yang itu mungkin setelah kejadian utamanya," kata Mujahidin.
Selanjutnya, ia menambahkan bahwa TNI telah diinstruksikan untuk dapat menahan diri dan tidak terpancing emosi dalam menghadapi situasi yang mungkin menegangkan.
Pihak Kodam XIII/Merdeka menyatakan bahwa mereka akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden ini.