nasional

Indonesia Menjadi Tuan Rumah High Level Officials Meeting ke-11 Asia Pacific Regional Forum on Health and Environment (APRFHE)

Kamis, 23 November 2023 | 08:59 WIB
Indonesia Menjadi Tuan Rumah High Level Officials Meeting ke-11 Asia Pacific Regional Forum on Health and Environment (APRFHE). Foto: KLHK.


NAWACITApost.com – Indonesia melalui Kementerian Kesehatan dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menjadi tuan rumah penyelenggaraan High Level Official Meeting (HLOM) ke-11 dari Asia Pacific Regional Forum of Health and Environment (APRFHE) di Swissotel, Pantai Indah Kapuk, Jakarta.





“The Role of Strategic Health and Environment on National Development to Achieve the SDGs”, adalah tema HLOM tersebut. HLOM ke-11 APRFHE 2023 dihadiri oleh 125 delegasi dari 10 negara dan 2 Organisasi Internasional yaitu UNEP dan WHO.





Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono bersama Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, Sigit Reliantoro yang mewakili Menteri LHK, secara resmi membuka kegiatan (22/11) yang diagendakan berlangsung selama dua hari hingga besok. Turut hadir pada diskusi Technical Working Group (TWG) yaitu Deputy WHO Representative untuk Indonesia, Dr. Momoe Takeuchi, dan Deputy Regional Director UNEP Asia Pacific, Marlene Nilsson.





HLOM ke-11 membahas mengenai tata kelola APRFHE, persoalan finansial, dan mekanisme pemantauan, serta isu strategis dan teknikalitas relevan. Para delegasi membahas isu masalah kesehatan yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan sebaliknya, serta pengembangan kebijakan publik yang inklusif dan adil sebagai solusi. Selain itu, negara-negara yang bergabung sepakat untuk memperkuat peran APFRHE dalam sektor lingkungan dan kesehatan di regional Asia Pacific.





Menteri LHK, Siti Nurbaya yang hadir secara daring dalam video sambutannya menyatakan bahwa Indonesia sadar akan pentingnya pendekatan nasional dan internasional untuk mengembangkan pertanggungjawaban terhadap lingkungan, kesehatan yang kemudian akan digunakan untuk membangun kesehatan sosial dan lingkungan. Maka dari itu, diskusi ini dimaknai untuk memperkuat kolaborasi antar bagian APRFHE.





Ia juga mendorong perspektif untuk pembaruan tematik dan ilmiah dari negara-negara anggota APRFHE, terutama mengenai delapan Working Groups (TWGs) yang sudah ada. Dengan begitu, Ia mengharapkan seluruh tujuan dapat tercapai, mulai dari meraih syarat standar kesehatan yang baik, pembangunan nasional, hingga Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).





Dalam hal memperkuat kerjasama dan kolaborasi antar anggota APRFHE, Menteri LHK berharap representatif regional World Health Organization (WHO) dan United Nations of Environment Programme (UNEP) dapat menyampaikan pandangan mereka. Sebab, dibutuhkan bersatunya aksi dan kolaborasi bersama yang diperkuat melalui pembelajaran dari pengalaman menghadapi rintangan di masa lalu, untuk bekal di masa mendatang.


Halaman:

Terkini