Kamis, 4 Juni 2026

Datuk OK Nizami Jamil Rilis Buku "Kisah Permaisuri Kerajaan Siak Tengku Maharatu"

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Selasa, 17 Oktober 2023 | 16:53 WIB

NAWACITApost.com - Buku Kisah Permaisuri Kerajaan Siak Tengku Maharatu' karya Datuk OK Nizami Jamil resmi diluncurkan pada Minggu (15/10/2023) lalu, di Gedung Tengku Mahratu, Siak, Riau. Buku sebanyak 191 halaman itu berisi tentang sejarah perjuangan seorang permaisuri Sultan Syarif Kasim II Kerajaan Siak, bernama Tengku Syarifah Fadlun atau bergelar Tengku Maharatu.

Datuk OK Nizami Jamil mengatakan, ia menyusun buku ini, saat pandemi Covid-19 melanda. Selama 3 tahun buku Kisah Permaisuri Kerajaan Siak Tengku Maharatu akhirnya selesai disusunnya.

"Bukan Mahratu tapi Maharatu. Sumber tulisan, dikutip dari kata atau kalimat pribadi Tengku Maharatu dari masa kecil sampai ia menjadi permaisuri Sultan Syarif Kasim II. Sumber lain didapat dari orang tua saya OK Muhammad Jamil yang merupakan sekretaris pribadi merangkap sebagai ajudan sultan siak, serta dari catatan tertulis dari sahabat tengku maharatu, dan beberapa sumber lainnya," kata Datuk Nizami, dikutip Selasa (17/10/2023).

Datuk Nizami juga menjelaskan isi buku yang ia tulis tentang perjuangan Tengku Maharatu saat mendampingi Sultan Syarif Qasim II sebagai permaisuri dalam mempertahankan Kemerdekaan RI masa itu. Pada tanggal 17 Oktober tahun 1945, Sultan Syarif Kasim II didampingi Tengku Maharatu sebagai permaisuri, disaksikan pembesar kerajaan dan rakyat kerajaan Siak.

“Sutan Siak menyatakan bergabung dan mendukung kemerdekaan NKRI, namun bukan “menyerah” ya, dia ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia di bawah pimpinan Soekarno - Hatta. Sosok Tengku Maharatu salah seorang wanita yang berperan dalam perjuangan kemerdekaan RI di Kabupaten Siak,” kata dia.

Datuk Nizami melanjutkan, peran Tengku Maharatu saat kemerdekaan RI. Ia berperan turut menjahit bendera Indonesia yang dikibarkan di halaman Istana Kerajaan Siak saat Indonesia merdeka.

"Bendera tersebut, adalah bendera Belanda yang dikoyak, disobek, dan dibuang warna birunya. Karna pada masa itu, tidak ada kain berwarna merah dan putih di Siak Sri Indrapura" terang mantan ketua MKA (Majelis Kerapatan Adat) Lembaga Adat Melayu Riau itu.

Saat ini, bendera tersebut disimpan sebagai benda peninggalan sejarah di Istana Asserayah Hasyimiah yang dulunya merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Siak Sri Indrapura.

Bupati Siak Alfedri mengapresiasi dan menyambut baik terbitnya, buku Kisah Permaisuri Kerajaan Siak Tengku Maharatu karangan Datuk OK Nizamil Jamil. Ia berharap buku ini menjadi rujukan sejarah kesultanan Siak, masyarakat dan generasi muda yang ada kabupaten Siak.

"Semoga dengan adanya buku ini, akan menjadi referensi dan catatan sejarah bagi Pemerintah Kabupaten Siak, masyarakat maupun generasi penerus di masa yang akan datang",ucap Alfedri.

Dari ringkasan cerita yang ada di dalam buku Kisah Permaisuri Kerajaan Siak Tengku Maharatu selama mendampingi Sultan Siak, banyak kisah-kisah menarik yang layak disimak. Misalnya, terkait bagaimana perjuangannya, dan motivasinya masa-masa transisi kerajaan Siak bergabung ke NKRI.

“Tadi dijelaskan oleh Datuk OK Nizamil Jamil, bahwa di dalam bukunya diceritakan bahwa Permaisuri Tengku Maharatu yang mendampingi Sultan Siak ke-12, yakni Sultan Syarif Kasim II dari tahun 1930 sampai tahun 1950,” jelasnya.

Alfedri berharap, buku ini bisa menjadi spirit dan motivasi bagi generasi muda, selaku penerus dalam mengisi pembangunan di Kabupaten Siak pada masa yang akan datang. "Diharapkan semangat tersebut menjadi landasan kita untuk terus membangun Kabupaten Siak lebih baik dan maju," kata dia.

Peluncuran buku Kisah Permaisuri Kerajaan Siak Tengku Maharatu itu dihadiri Wakil Gubernur Provinsi Riau Brigjen TNI (Purn) H. Edy Natar Nasution. Kemudian, Dewan Pengurus Harian Lembaga Adat Melayu Provinsi Riau, Wakil Bupati Siak Husni Merza, Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Arfan Usman, dan unsur Forkopimda Kabupaten Siak.

(Sokhiaro Halawa)

 

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini